Home     Profile     Peta Lokasi     Kontak     English Version  
Izin Akan Kadaluarsa
Peta Pemanfaatan Tenaga Nuklir
INFO BAPETEN
List Berita
RAPAT KOORDINASI PEMANGKU ORGANISASI TANGGAP DARURAT NUKLIR NASIONAL
Tayang Internet: 25-02-2013 12:04
(Jakarta, BAPETEN) Penilaian Diri (Self Assessment) merupakan salah satu aspek yang penting pada keselamatan nuklir. Manfaat dari Penilaian Diri tersebut diantaranya meningkatkan koordinasi respon para pemangku kepentingan terhadap kedaruratan nuklir atau radiologik. Untuk mengevaluasi keselamatan dengan pokok bahasan kesiapsiagaan nuklir itu maka Direktorat Keteknikan dan Kesiapsiagaan Nuklir (DK2N) mengadakan pertemuan dengan para pemangku kepentingan Organisasi Tanggap Darurat Nuklir Nasional (OTDNN).
Pemangku kepentingan OTDNN yag hadir dalam rapat koordinasi tersebut antara lain dari Pusat Krisis Kementerian Kesehatan RI, Pusat Kerawanan Pangan Kementerian Pertanian, Kementerian Perhubungan, Subdit Bin Nubika DITZIAD, Gegana dan Puslabfor POLRI, BNPB serta PTKMR-BATAN. Rakor yang berlangsung pada Jumat (22/2) di Ruang Tanggap Darurat BAPETEN ini dipimpin oleh Direktur DK2N Suharyanta yang didampingi Kepala Subdirektorat Kesiapsiagaan Nuklir Lukman Hakim.

Salah satu agenda yang dibahas dalam rakor tersebut adalah publikasi IAEA tentang Persyaratan Kesiapsiagaan dan Respon Darurat terhadap Kedaruratan Nuklir atau Radiologi yang tertuang dalam Standar Keselamatan Seri No GS-R-2, 2002 dan Metode untuk Mengembangkan Pengaturan untuk Respon terhadap Darurat Nuklir dan Radiologi (EPR-Method, 2003). Persyaratan Umum tentang Kesiapsiagaan dan Respon Darurat menyebutkan adanya Otoritas Koordinasi Nasional; Fungsi dan Tanggung Jawab Operator dan Organisasi Respon; penetapan Sistem Regulasi dan Inspeksi; dan Pengkajian Ancaman. Para pemangku kepentingan OTDNN kemudian melakukan penilaian diri terhadap kesiapsiagaan dan respon darurat nuklir atau radiologik yang dinilai dari satu hingga empat yang menunjukkan nilai terendah sampai yang tertinggi dimana seluruh kriteria respon kedaruratan terkoordinir dan terpenuhi dengan baik. Selain itu juga dibahas mengenai Persyaratan Fungsional tentang Kesiapsiagaan dan Respon Darurat, serta Persyaratan Infrastruktur pada Kesiapsiagaan dan Respon Darurat.

Rapat Koordinasi Pemangku Organisasi Tanggap Darurat Nuklir Nasional (1)Rapat Koordinasi Pemangku Organisasi Tanggap Darurat Nuklir Nasional (2)
DK2N pada kesempatan sebelumnya di ruang yang sama juga mengadakan pelatihan "Self Contained Breathing Apparatus" yaitu meningkatkan kemampuan Tim Satuan Tanggap Darurat Nuklir atau Radiologik saat menghadapi kebakaran. Pelatihan yang berlangsung pada Rabu (20/2) ini dibimbing langsung oleh Komandan Sektor 1 Sudin Kebakaran Wilayah Gambir Jakarta Pusat Martondang.
Rapat Koordinasi Pemangku Organisasi Tanggap Darurat Nuklir Nasional (1)Rapat Koordinasi Pemangku Organisasi Tanggap Darurat Nuklir Nasional (2)
Sedangkan pada Rabu (9/1) yang lalu dan di tempat yang sama, DK2N melakukan Latihan Pemasangan dan Pembongkaran Pedestrian RPM. Kegiatan ini ditujukan untuk memberikan gambaran kepada para anggota tim STD bagaimana cara memasang dan membongkar kembali Pedestrian RPM yang baru diperoleh melalui pengadaan tahun 2012. Adapun kegunaan dari alat ini adalah untuk mendeteksi orang yang membawa/terkontaminasi Zat Radio Aktif (ZRA). Alat ini dapat juga digunakan oleh tim STD untuk mengetahui apakah ada orang yang telah terkontaminasi apa tidak setelah terjadinya kecelakaan, seperti setelah terjadinya kecelakaan PLTN  Fukushima Daichi, Jepang. Pada saat itu, Tim STD melakukan pengukuran para penumpang pesawat yang datang dari negara Jepang di bandara-bandara internasional di Indonesia, seperti Bandara Ngurah Rai, Bali dan Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta dengan menggunakan peralatan manual yaitu hand-held detector.

Dengan menggunakan alat Pedestrian RPM ini maka tim STD tidak perlu lagi melakukan pengukuran secara manual, cukup semua orang/penumpang disuruh melewati Pedestrian RPM (seperti halnya metal detector di hotel-hotel). Jika ada terdeteksi ZRA maka Pedestrian RPM akan berbunyi dan di layar yang ada pilar samping kiri akan menunjukkan dimana lokasinya, misalnya kiri atas, kiri bawah, kanan atas atau kanan bawah. Alat ini juga bisa digunakan untuk menunjang sistem keamanan ZRA, karena dapat melacak orang yang akan menyelundupkan ZRA dengan cara membawa langsung, dengan demikian apabila orang tersebut melewati Pedestrian RPM ini, maka akan terdeteksi.
Rapat Koordinasi Pemangku Organisasi Tanggap Darurat Nuklir Nasional (1)Rapat Koordinasi Pemangku Organisasi Tanggap Darurat Nuklir Nasional (2)
Sumber : DK2N
BAPETEN, Jl. Gajah Mada No. 8, Jakarta 10120, INDONESIA Telp:+62-21-63858269/70, Fax:+62-21-638 58275,
PO.Box. 4005 JKT 10040, e-mail: info[at]bapeten[dot]go[dot]id