Peta Pemanfaatan Tenaga Nuklir
| |
FORUM GROUP DISCUSSION PROGRAM MP3EI DI KORIDOR KALIMANTAN
(Balikpapan, BAPETEN) Kita tak pernah sakit hati pada teknologi. Sebab kita mustahil hidup tanpa dia. Hanya saja pilah-pilih teknologi yang bermanfaat untuk meningkatkan kualitas kehidupan. Kehadiran teknologi jenis-jenis baru memiliki dorongan besar untuk memiliki tetapi kita harus mendapat informasi yang cukup untuk memilih dari sekian banyak peluang teknologi yang ada, dan jenis-jenis yang sesuai dengan nilai-nilai etika dan kultur kita. | |
|
REGIONAL WORKSHOP ON NUCLEAR MATERIAL ACCOUNTING AND CONTROL AT FACILITIES
(Jakarta, BAPETEN) Tampaknya keamanan dan ketertiban menjadi kunci keberhasilan pembangunan. Untuk menyiapkan SDM pengawasan Regulasi Pengawasan Sumber Radiasi yang Efektif dan Berkelanjutan. Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) bekerja sama dengan International Atomic Energy Agency (IAEA) mengadakan “Regional Workshop on Nuclear Material Accounting and Control at Facilities (Lokakarya Regional Akuntansi Bahan Nuklir dan Kontrol di Fasilitas)” di Jakarta, 19-30 November 2012. | |
|
SOSIALISASI MANFAAT PENGAWASAN KEAMANAN TENAGA NUKLIR DI PACITAN
(Pacitan-Jawa Timur, BAPETEN) Pengenalan pemanfaatan tenaga nuklir dilakukan di seluruh daerah di Tanah Air dan disampaikan kepada seluruh lapisan masyarakat pada dasarnya bertujuan untuk menumbuhkan partisipasi masyarakat dalam pemanfaatan dan pengawasan tenaga nuklir. Bersama partisipasi masyarakat yang aktif maka pengawasan pemanfaatan tenaga nuklir BAPETEN untuk melindungi masyarakat akan berjalan optimal. Untuk itu BAPETEN bersama tokoh masyarakat Pacitan dan Kementerian Riset dan Teknologi menyelenggarakan Sosialisasi Manfaat Pengawasan Keamanan Tenaga Nuklir di Pacitan Jawa Timur yang diselenggarakan di Balai Desa Sirnoboyo pada Selasa (13/11/2012). | |
|
PELATIHAN KEAMANAN SUMBER RADIOAKTIF
(Jakarta, BAPETEN) Segala bentuk pemanfaatan tenaga nuklir tidak terlepas dari tiga aspek penting yaitu, Safety, Security, Safeguards. Masalah keamanan sumber radioaktif sangat penting dan harus dipelajari dengan baik. Bagaimana sumber radioaktif benar-benar digunakan oleh orang yang berhak atau berwenang, dan jangan sampai jatuh ke tangan yang tidak bertanggungjawab, dimana berpotensi untuk disalahgunakan seperti digunakan sebagai dirty bomb. | |
|
UPACARA BENDERA MEMPERINGATI HARI PAHLAWAN 10 NOVEMBER 2012
(Jakarta, BAPETEN) “Hanya bangsa yang menghargai jasa pahlawannya, dapat menjadi bangsa besar” Ungkapan seorang The Founding Father kita. Ungkapan ini sering kita dengar dan negara ini memiliki jumlah pahlawan nasional terbesar di seluruh dunia. Tanggal 10 November kita peringati sebagai Hari Pahlawan. Pada tanggal tersebut 67 tahun silam para pejuang Indonesia mempertahankan kedaulatan negara yang dicoba dirampas kembali kemerdekaannya oleh Belanda yang membonceng sekutu di kota Surabaya. Dalam pertempuran yang menewaskan banyak pejuang itu, Bung Karno pernah menyebutnya sebagai sebuah peristiwa heroic. | |
|
RAPAT KOORDINASI PEMANGKU KEPENTINGAN ORGANISASI TANGGAP DARURAT NUKLIR DAERAH (OTDND) PROVINSI JAWA BARAT
(Cihampelas-Bandung, BAPETEN) Pemanfaatan tenaga nuklir sudah semakin meluas yang dibarengi dengan kemajuan teknologinya baik dibidang instalasi nuklir, industri dan kesehatan termasuk penelitian dan pengembangannya. Namun demikian insiden atau kecelakaan akibat bencana alam dapat terjadi dimana saja dan kapan saja, demikian juga halnya dengan kemungkinan kecelakaan nuklir/radiologi sekecil apapun di bidang pemanfaatan tersebut diatas dan kemungkinan pada saat transportasi sumber radioaktif. Penanggulangan kedaruratan nuklir membutuhkan program kesiapan tanggap darurat yang tepat dan cepat, sehingga dibutuhkan latihan/gladi secara berkala dan berkesinambungan. | |
|
SEMINAR DHARMA WANITA PERSATUAN BAPETEN DAN KEMENRISTEK MELESTARIKAN BATIK SEBAGAI KHASANAH BUDAYA INDONESIA
(Jakarta, BAPETEN) Batik adalah seni mendekorasi kain menggunakan teknik rintang warna dimana perintangnya dikenal dengan malam yang ditorehkan ke kain dengan menggunakan alat canting. Sejarah pembatikan di Indonesia berkaitan erat dengan perkembangan kerajaan Majapahit dan penyebaran ajaran Islam di Tanah Jawa. Dalam beberapa catatan, pengembangan batik banyak dilakukan pada masa-masa Kerajaan Mataram, kemudian pada masa Kerajaan Solo dan Yogyakarta. Awalnya batik hanya sekedar hobi dari para keluarga raja di dalam berhias lewat pakaian, namun perkembangan selanjutnya, oleh para masyarakat batik dikembangkan menjadi komoditi perdagangan. | |
| Hal: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
 |
|
|
|
|