BAPETEN Luncurkan Aplikasi B@lis Inspeksi Online 2.0

IMG_0955

Perkembangan teknologi saat ini tidak bisa dihindari. Keberadaan teknologi yang semakin canggih dan cepat, mendorong BAPETEN untuk senantiasa meng-upgrade sistem perizinan dan inspeksi di bidang pengawasan pemanfaatan tenaga nuklir.

Guna meningkatkan efektifitas pengawasan pemanfaatan tenaga nuklir di Indonesia, Direktorat Inspeksi Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif (DIFRZR) mengadakan workshop sekaligus meluncurkan aplikasi untuk pelaksanaan inspeksi terhadap fasilitas radiasi dan zat radioaktif  berbasis online yang diberi nama BAPETEN Licensing and Inspection System Online (B@lis) Inspeksi 2.0, di Surabaya, Kamis (20/4/2017).

Dihadapan sekitar 50 peserta dari instansi yang bergerak dalam bidang industri dan kesehatan, Kepala BAPETEN Jazi Eko Istiyanto mengatakan, penguasaan IT telah menjadi keharusan bagi tiap instansi pemerintah.

Jazi menambahkan, IT menjadi faktor multiplier dalam produktivitas manusia. Namun setiap saat IT terus berkembang dan hal terpenting dari sebuah sistem IT bukanlah bagian hardware, melainkan data.

IMG_0974               IMG_0977

“Data menjadi bagian terpenting dalam sistem teknologi informasi. Dengan masih tersimpannya data, maka suatu instansi tidak akan sulit untuk mengikuti perkembangan zaman, termasuk penggunaan IT dalam melakukan tugas dan fungsinya,” jelas Jazi.

Diharapkan dengan adanya aplikasi B@lis Inspeksi Online 2.0, akan merubah paradigma pelaksanaan inspeksi dari model konvensional menjadi model inspeksi partisipatif.

Disamping itu mampu mendorong pengguna untuk dapat melakukan inspeksi secara mandiri dengan parameter dan kriteria sama dengan apa yang dilakukan oleh inspektur BAPETEN.

Pada akhirnya aplikasi B@lis Inspeksi Online 2.0 ini diharapkan dapat menumbuhkembangkan budaya keselamatan, dalam rangka memastikan terpenuhinya standar keselamatan dalam pemanfaatan tenaga nuklir di bidang fasilitas radiasi dan zat radioaktif.

Acara peluncuran ini turut disaksikan Deputi Perizinan dan Inspeksi Khoirul Huda, Direktur Inspeksi Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif Sugeng Sumbarjo, Direktur Perizinan Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif Zainal Arifin, serta Kepala Biro Hukum dan Organisasi Taruniyati Handayani.(bho/rus/zd/aa)

Print Friendly
FacebookTwitterLinkedIn
Copyright BAPETEN | 2015