BAPETEN Tingkatkan Kemampuan Front Line Officer

???????????

Menindaklanjuti kejadian terdeteksinya kontainer yang diduga mengandung radioaktif di pelabuhan Soekarno Hatta, Makassar, 17 April 2017 lalu, Direktorat Keteknikan dan Kesiapsiagaan Nuklir (DKKN) melakukan pelatihan terhadap para Front Line Officer (FLO) yang ada di Pelabuhan Soekarno Hatta, Makassar. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan deteksi dan respon terhadap penyelundupan bahan nuklir dan/atau zat radioaktif maupun barang mengandung radioaktif ke wilayah Indonesia yang melalui pelabuhan.

Pelatihan dilaksanakan pada 9-10 Mei 2017 dengan pengajar dari personil Subdit Keteknikan DKKN. Pelatihan dibuka oleh Direktur Keteknikan dan Kesiapsiagaan Nuklir BAPETEN Dedik Eko Sumargo, didampingi Kepala Subdirektorat Keteknikan Zulkarnain. Melalui sambutannya Dedik mengatakan, penyelenggaraan pelatihan ini berguna sebagai sarana untuk sharing informasi bagaimana meningkatkan kemampuan keamanan nuklir terhadap semua pemangku kepentingan di pelabuhan.

Hal ini, sambung Dedik, untuk menjalankan amanat Undang-undang No. 10 tahun 1997 tentang Ketenaganukliran. Dedik menambahkan, dalam rangka meningkatkan keamanan nuklir di pintu-pintu masuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), BAPETEN memprioritaskan terhadap pelabuhan laut terlebih dahulu mengingat potensi ancaman dari laut sangat tinggi.

???????????               ???????????

Lebih jauh Dedik mengatakan, keamanan nuklir yang dilaksanakan oleh BAPETEN selama ini tidak hanya dilakukan dipintu-pintu masuk atau perbatasan negara saja, tetapi juga pada objek vital seperti Istana Negara. BAPETEN sendiri telah memasang 2 buah Pedestrian RPM dan 1 buah Transportable RPM di kawasan Istana Negara. Sementara untuk pelabuhan laut, Dedik mengatakan telah terpasang RPM di 6 pelabuhan laut di Indonesia. Guna mendukung RPM yang telah terpasang ini, perlu dukungan SDM yang memadai, sehingga peningkatan kapabilitas SDM ini juga perlu ditingkatkan.

Pelatihan ini diikuti oleh 14 orang personil, terdiri dari 5 personil dari KPPBC Tipe Madya Pabean B Makassar, 5 personil dari Otoritas Pelabuhan Makassar, 3 personil dari Syahbandar Makassar, dan 1 personil dari Terminal Petikemas Makassar. Materi pelatihan mencakup Pertahanan Berlapis Keamanan Nuklir Nasional, Status Terkini Implementasi Keamanan Nuklir di Pintu Masuk NKRI, Teori Dasar Proteksi Radiasi dan Efek Biologi Radiasi, Pengenalan Sistem RPM dan Perawatannya, Secondary Inspection dan Pengoperasian Handheld Monitor.

???????????               SAMSUNG CSC

Selain itu juga dilakukan praktikum penggunaan handheld monitor dengan menggunakan prinsip proteksi, teknik deteksi dan identifikasi nuklida. Diharapkan dengan adanya pelatihan ini, peserta dapat menerapkan pengetahuan dan pengalaman yang didapat ketika saat berada dilapangan, sehingga upaya pencegahan penyelundupan bahan nuklir dan/atau zat radioaktif maupun barang mengandung radioaktif melalui pelabuhan dapat berjalan lebih efektif.

Pelatihan ditutup dengan dialog serta penyerahan Buku Pegangan untuk Penanganan Zat Radioaktif kepada perwakilan dari masing-masing instansi peserta pelatihan. Dedik tidak lupa mengucapkan terima kasih atas peran aktif dari semua peserta pelatihan dan akan menindaklanjuti saran dari peserta agar BAPETEN melanjutkan komunikasi pada level strategis manajemen guna mendukung pelaksanaan kemanan nuklir nasional.(dkkn/zul)

Print Friendly
FacebookTwitterLinkedIn
Copyright BAPETEN | 2015