Kemampuan Pemangku Kepentingan Keamanan Nuklir dalam Hal Deteksi Radiasi Ditingkatkan

SAMSUNG CSC

Menyikapi kejadian gangguan keamanan yang belakangan ini semakin meningkat di seluruh penjuru dunia, termasuk diantaranya Indonesia, maka dipandang perlu adanya upaya nyata dalam rangka mencegah aksi terorisme, khususnya penggunaan radioaktif dalam melakukan aksinya. Selaku badan pengawas BAPETEN memandang perlu melakukan upaya pencegahan ini sesuai dengan tugas, pokok, dan fungsinya.

Sampai saat ini BAPETEN terus berupaya meningkatkan kemampuan para pemangku kepentingan dalam hal keamanan nuklir, termasuk deteksi dan respon terhadap penyelundupan bahan nuklir dan/atau zat radioaktif maupun barang mengandung radioaktif. Peningkatan kemampuan para pemangku kepentingan ini sangat penting guna membekali para personil saat bekerja dilapangan. Hal ini penting untuk menjamin keselamatan dan keamanan mereka dalam menunaikan tugasnya, maupun menjaga keselamatan masyarakat terhadap potensi bahaya radiasi yang tidak diinginkan.

Pelatihan dilaksanakan 15-16 Juni 2017 di kawasan Office of I-CoNSEP, Jakarta. Deputi Perizinan dan Inspeksi BAPETEN Khoirul Huda, membuka resmi pelatihan ini didampingi Direktur Keteknikan dan Kesiapsiagaan Nuklir Dedik Eko Sumargo, serta Kepala Subdirektorat Keteknikan Zulkarnain. Lewat sambutannya Khoirul mengungkapkan, keamanan sangat kental dengan kata koordinasi, dalam rangka menjaga keamanan, diperlukan koordinasi antar stakeholders terkait. Tanpa adanya koordinasi, lanjut Khoirul, maka program keamanan tidak akan dapat terlaksana dengan baik. Demikian juga halnya ketika berbicara mengenai program keamanan nuklir nasional, peran stakeholders terkait sangat menentukan keberhasilan program nasional ini.

???????????               SAMSUNG CSC

Penyelenggaraan pelatihan ini sendiri penting sebagai sarana untuk koordinasi antar pemangku kepentingan guna menjalankan program keamanan nuklir nasional, serta meningkatkan kewaspadaan akan ancaman terkini yang kemungkinan melibatkan radioaktif. Khoirul mengungkapkan, keamanan nuklir jika ditinjau dari sisi kejadian memang belum signifikan. Meski demikian mengingat akhir-akhir ini sering terjadi kejadian keamanan khususnya pengeboman, ada kemungkinan para pelaku akan menggunakan dirty bomb yang melibatkkan radioaktif.

Jika terjadi dirty bomb melibatkan radioaktif, maka akan membuat masyarakat menjadi semakin panik. Bangsa kita tentunya tidak ingin menjadi percobaan pertama bagi para teroris dalam melakukan aksinya menggunakan dirty bomb. Oleh sebab itu Khoirul menekankan akan pentingnya meningkatkan kewaspadaan dan kemampuan personil dalam hal deteksi radiasi. “Kita juga perlu peralatan dalam meningkatkan kemampuan deteksi ini. Pendeteksian adanya radiasi tidak akan bisa dilakukan tanpa adanya dukungan peralatan yang memadai,” ujarnya.

Pelatihan ini diikuti 15 personil yang terdiri dari 5 personil dari BAKAMLA, 3 personil dari Detasemen E KBR Gegana BRIMOB, 2 personil dari Badan Intelijen Negara, 2 personil dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, 2 personil dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, dan 1 personil dari Badan Nasional Pengelola Perbatasan.

Materi pelatihan mencakup Pertahanan Berlapis Keamanan Nuklir Nasional, Program Keamanan Nuklir di Luar Fasilitas, Konsep Dasar Radiasi Pengion dan Proteksi Radiasi, Efek Radiasi dan Prinsip Keselamatan, Pengoperasian Handheld (PRD, RID, NSD) ditambah Perawatan serta MEST, FLO dan Operasional RPM. Selain itu juga dilakukan praktikum penggunaan handheld monitor dengan menggunakan prinsip proteksi, teknik deteksi dan identifikasi nuklida serta pelatihan deteksi radiasi menggunakan Pedestrian Radiation Portal Monitor.

SAMSUNG CSC               ???????????

Diharapkan dengan adanya pelatihan ini, peserta dapat menerapkan pengetahuan dan pengalaman yang didapat selama pelatihan ini pada saat bekerja dilapangan, sehingga upaya pencegahan penyelundupan bahan nuklir dan/atau zat radioaktif maupun barang mengandung radioaktif dapat berjalan lebih efektif.

Pelatihan ditutup dengan dialog serta penyerahan sertifikat dan Buku Pegangan untuk Penanganan Zat Radioaktif kepada perwakilan dari masing-masing instansi peserta pelatihan. Pada sambutan penutupnya, Dedik mengucapkan apresiasi atas peran aktif dari semua peserta pelatihan, sekaligus berharap agar kesiapan dari masing-masing pemangku kepentingan dalam program keamanan nuklir memegang peranan yang sangat penting. Dedik tidak lupa menekankan masalah koordinasi, karena memegang peranan penting dalam keberhasilan program keamanan nuklir nasional ini.

BAPETEN melalui Office of I-CoNSEP juga akan terus melaksanakan pelatihan keamanan nuklir terhadap semua pemangku kepentingan, terlebih dalam menghadapi perhelatan besar Asian Games 2018 yang akan diadakan di Jakarta dan Palembang mendatang. Dedik juga menyampaikan agar para peserta dapat menyampaikan hasil pelatihan ini ke manajemen masing-masing, khususnya dalam rangka persiapan pengamanan Asian Games 2018. BAPETEN juga akan melanjutkan komunikasi pada level strategis manajemen pada semua pemangku kepentingan guna persiapan pengamanan Asian Games ini.(dkkn/zul)

Print Friendly
FacebookTwitterLinkedIn
Copyright BAPETEN | 2015