Info BAPETEN


Berita BAPETEN

BAPETEN Terapkan Manajemen Mutu Pengawasan

DSC05177

Penerapan Sistem Manajemen Mutu sesuai ISO 9001:2015 sangat diperlukan oleh BAPETEN agar lebih menjamin mutu pengawasan yang sesuai dengan standar mutu internasional. Dalam rangka membangun sistem manajemen mutu untuk mendukung tupoksi dan persiapan sertifikasi ISO 9001:2015, Direktorat Pengaturan Pengawasan Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif (DP2FRZR) menggelar Workshop ISO 9001-2015, di Jakarta, tanggal 17-21 April 2017 yang diikuti oleh 25 orang peserta, terdiri dari pejabat dan staf di bagian DP2FRZR serta perwakilan dari beberapa unit kerja di lingkungan BAPETEN.

Latihan Bersama Penanggulangan Kedaruratan Nuklir DKKN BAPETEN dengan Kompi Nubika Direktorat Zeni TNI-AD

ft-1

BOGOR – Direktorat Keteknikan dan Kesiapsigaan Nuklir (DKKN) dan Kompi Nubika TNI AD telah melakukan latihan bersama di Markas Kompi Nubika Ciseeng, Bogor. Latihan bersama selama 2 hari (4-5/4/2017) adalah latihan kedua yang sebelumnya pernah dilaksanakan pada tahun 2006 dengan melibatkan observer regional Asia Pasifik. Latihan dirancang  untuk meningkatkan kemampuan bersama dalam respon kedaruratan yang melibatkan sumber radioaktif. Kegiatan ini sebagai penjabaran fungsi Coordination dan Capacity Building dalam I-CoNSEP (Indonesia Center of Excellence Nuclear Security and Emergency Preparedness).

Pembinaan Peraturan Dibutuhkan Seiring Pesatnya Perkembangan Teknologi Nuklir

DSC05084

Direktorat Pengaturan Pengawasan Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif BAPETEN menggandeng Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, menggelar Pembinaan Peraturan Perundangan-Undangan Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif bagi pemangku kepentingan di Palembang, Kamis (6/4/2017).

Aspek Keselamatan Radiasi dan Keamanan Sumber Radioaktif Fasilitas Radioterapi Sangat Diperlukan

IMG_7366

Penggunaan tenaga nuklir sangat dibutuhkan dalam bidang kedokteran terutama untuk penyembuhan penyakit kanker atau biasa disebut dengan radioterapi. Namun penggunaan nuklir tersebut menghasilkan radiasi yang sangat berbahaya jika terpapar pada manusia melebihi ambang batas yang diizinkan. Oleh karenanya, keamanan pengoperasian perlengkapan radioterapi harus menjadi perhatian utama, terlebih saat ini semakin meningkatnya rumah sakit yang mengoperasikan radioterapi.

Copyright BAPETEN | 2015