BAPETEN dan UGM Tingkatkan Kerja Sama Efektivitas Pengawasan Ketenaganukliran

20180406_093115

BAPETEN dan Universitas Gadjah Mada (UGM), kembali menggalang kerja sama melalui Penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama, antara kedua belah pihak yang digelar di Gedung UGM, Yogyakarta, Jumat (6/4/2018). Hadir dalam kesempatan ini Kepala BAPETEN Jazi Eko Istiyanto,  Rektor UGM Panut Mulyono, dan Dirut PT Pupuk Kujang Nugraha Budi Eka Irianto.

BAPETEN dan UGM sepakat untuk kembali memperpanjang kerja sama yang sudah di bangun sejak tahun 2000. Kerja sama antara kedua instansi ini penting, mengingat BAPETEN sebagai Badan Pengawas, memerlukan keterlibatan dan masukan dari akademisi dan tenaga ahli yang memiliki kompetensi di berbagai aspek yang penting, dalam rangka membantu BAPETEN dalam meningkatkan pengawasan ketenaganukliran.

20180406_090903             20180406_091117

Menurut Jazi penandatanganan Nota Kesepahaman ini bertujuan untuk kerja sama yang saling menunjang dalam meningkatkan keselamatan, keamanan, dan ketenteraman pekerja, masyarakat, serta pelindungan terhadap lingkungan hidup dari bahaya radiasi dan kontaminasi radioaktif. Sekaligus mewujudkan peningkatan efektivitas pengawasan ketenaganukliran melalui pendidikan, penelitian, pengembangan sumber daya, dan pengabdian masyarakat.

Pada tahun 2018 ini, nota kesepahaman diimplementasikan dengan kegiatan swakelola bekerja sama dengan Fakultas Psikologi, Fakultas MIPA, Fakultas Tehnik Nuklir serta Fakultas Hukum. Kerja sama swakelola yang sedang berjalan antara lain kegiatan kajian teknis untuk mendukung efektifitas pengawasan reaktor daya.

20180406_100403

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi teknis (substantif dan terminologis) kepada BAPETEN dalam upaya penyusunan peraturan terkait dengan perizinan instalasi nuklir yang mampu terap.

“Kerja sama ini diharapkan dapat menghasilkan manfaat baik bagi BAPETEN dan UGM maupun masyarakat luas, khususnya dalam menjawab berbagai tantangan untuk mewujudkan keselamatan dan keamanaan pemanfaatan tenaga nuklir di tanah air, sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat,” ujar Jazi.(bp/ds/pd)

Print Friendly
FacebookTwitterLinkedIn
Copyright BAPETEN | 2015