BAPETEN Berpartisipasi dalam Pengamanan Asian Games 2018 di Sumatera Selatan

BP_Kerma Polda Sumsel_Aprl2018 (6)

BAPETEN sebagai badan pengawas dalam rangka memastikan keselamatan dan keamanan penggunaan tenaga nuklir (sumber radiasi dan zat radioaktif) di Indonesia dilakukan melalui 3 pilar pengawasan yaitu peraturan, perizinan, dan inspeksi. Dalam rangka pemanfaatan tenaga nuklir, kadang ditemukan terjadi pelanggaran terhadap ketentuan peraturan perundangan di lapangan. BAPETEN tidak memiliki kewenangan untuk melakukan tindakan penegakan hukum secara langsung dan melakukan penyelidikan. Hal ini dikarenakan secara kelembagaan tidak memiliki Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). Dalam rangka penegakan hukum ini, BAPETEN sudah bekerja sama dengan pihak kepolisian melalui beberapa Polda di Indonesia. BAPETEN dengan Polda Sumsel baru saja menandatangani Kesepakatan Bersama antara Direktur Inspeksi FRZR dengan Direktur Kriminal Khusus Polda Sumsel sebagai pedoman dalam pelaksanaan penegakan hukum ketenaganukliran, khususnya di Provinsi Sumatera Selatan. Pertemuan ini difasilitasi oleh Biro Hukum dan Organisasi BAPETEN.

BP_Kerma Polda Sumsel_Aprl2018 (3)Selain isu keselamatan yang dibicarakan dalam pertemuan antara Sestama BAPETEN dengan Kapolda Sumatera Selatan yang diinisiasi oleh Subbagian Kerjasama Luar Negeri, Biro Perencanaan, BAPETEN pada Selasa (10/04/2018) di Ruang Kerja Kapolda Sumsel ini, aspek keamanan nuklir juga menjadi perhatian BAPETEN. Sebagaimana diketahui bersama bahwa pelaksanaan Asian Games mendatang merupakan salah satu event besar yang menarik perhatian besar dan sangat mungkin berpotensi menjadi salah satu target aksi terorisme. Aksi terorisme ini bisa saja melibatkan bahan radioaktif yang disalahgunakan dalam bentuk dirty bomb. Mengingat fasilitas yang menggunakan sumber radioaktif di Indonesia sangat banyak, khususnya di Sumatera Selatan, potensi untuk pencurian sumber untuk disalahgunakan sangat mungkin terjadi. Dalam rangka menghadapi Asian Games ini, BAPETEN sudah melakukan koordinasi dengan KEMENPORA dan INASGOC, sekaligus beberapa pemangku kepentingan terkait di bidang keamanan di Jakarta (AsOps POLRI, Gegana Brimob, SABHARA, Det. ZENI TNI AD, BIN, BNPT, BAIS, Mabes TNI, Paspamres, Setmilpres). BAPETEN menyatakan siap mendukung dari aspek keamanan nuklir pada penyelenggaraan Asian Games 2018.

Untuk pengamanan Asian games dengan dukungan keamanan nuklir, BAPETEN sudah bekerja sama dengan International Atomic Energy Agency (IAEA) dalam hal kelengkapan peralatan deteksi nuklir. IAEA menyambut baik dan berkomitmen membantu Indonesia meminjamkan sejumlah peralatan deteksi yang akan digunakan untuk pengamanan Asian Games 2018. BAPETEN juga sudah melakukan mapping radiasi di seluruh kawasan Jakabaring Sport City (JSC) untuk membuat baseline data radioaktifitas sehingga jika terjadi ancaman terorisme menggunakan bahan nuklir maupun sumber radioaktif saat pelaksanaan Asian Games, akan dapat segera terdeteksi dengan terjadinya kenaikan paparan radiasi dari baseline ini.  Terorisme dengan bahan nuklir atau radioaktif ini memang belum tentu menghasilkan dampak radiologi yang signifikan, namun yang akan menjadi perhatian adalah dampak politis maupun publikasi akan sangat besar, dan hal ini akan dapat menjadi perhatian dunia internasional khususnya terkait dengan komitmen pemerintah Indonesia terhadap keamanan nuklir baik secara nasional maupun global.

Kasubdit Keteknikan menambahkan bahwa kejadian di Antapani Bandung salah satunya adalah kasus potensi ancaman keamanan nuklir yang menjadi perhatian dunia. Oleh karena itu, informasi yang disampaikan kepada publik agar diperhatikan supaya tidak menimbulkan keresahan dan kekhawatiran di masyarakat.  Dalam waktu dekat, BAPETEN akan melaksanakan rapat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan terkait di bidang keamanan yang ada di Provinsi Sumatera Selatan dalam rangka persiapan pengamanan Asian Games 2018 mendatang. Untuk mendapatkan akses ke setiap venue pertandingan, BAPETEN sudah mengirimkan surat permohonan resmi kepada Deputi IV INASGOC untuk memperoleh ID Pass.

Selain itu disampaikan oleh Kasubdit Keteknikan terkait prosedur keterlibatan personil BAPETEN dalam hal terjadinya ancaman bom, dimana peran BAPETEN memastikan tidak ada unsur radioaktif atau nuklir pada bom yang telah meledak tersebut setelah dilakukan pemeriksaan awal oleh tim Gegana.

 BP_Kerma Polda Sumsel_Aprl2018 (4)Kapolda Sumsel kemudian menyampaikan bahwa pelatihan pengaman dan respon secara rutin sudah dilaksanakan oleh Polda Sumsel, dan peralatan untuk mendeteksi barang berbahaya sudah dimiliki (Kimia dan Biologi). Namun perlatan untuk mendeteksi barang berbahaya mengandung nuklir belum dimiliki oleh Polda Sumsel, termasuk peralatan untuk kontaminasi. Saat ini masih mengandalkan bantuan dari Markas Komando Brimob di Kelapa Dua, Depok.

Kapolda Sumsel sangat menyambut baik dan mengucapkan terima kasih atas rencana dukungan BAPETEN dan bantuan dari pihak IAEA dalam mendukung pengamanan Asian Games 2018. Poda Sumsel sangat membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, kehadiran BAPETEN akan sangat membantu dalam implementasinya. Kapolda mengharapkan agar BAPETEN dapat disiagakan sejak sebelum pembukaan Asian Games dikarenakan sejak tanggal 15 Agustus 2018 sudah dimulai pertandingan-pertandingan. Perlu segera dikoordinasikan di lapangan langkah-langkah penanganan ancaman terkait nuklir. “Ternyata penggunaan nuklir di Indonesia sangat banyak di lapangan dan meliputi berbagai aspek pemanfaatan. Kebanyakan masyarakat hanya tahu kejadian kecelakaan nuklir Chernobyl saja”, ungkap Kapolda Sumsel. Dalam pertemuan ini, Kapolda menginstruksikan kepada jajarannya untuk menyiapkan posko khusus yang di dalamnya dapat dimanfaatkan oleh BAPETEN untuk berkoordinasi dengan tim Polda Sumsel.

KaroOps Polda Sumsel menambahkan akan segera berkoordinasi dengan tim akreditasi INASGOC di pusat terkait keterlibatan BAPETEN dan hak akses ke wilayah atau venue pertandingan.[bp/ia/bho/kp]

Print Friendly
FacebookTwitterLinkedIn
Copyright BAPETEN | 2015