LEMBAGA PELATIHAN KETENAGANUKLIRAN

LEMBAGA PELATIHAN KETENAGANUKLIRAN

PENDAHULUAN

Setiap sumber radiasi pengion yang akan dimanfaatkan harus dioperasikan oleh Sumber daya manusia yang berkompeten dan sesuai dengan kualifikasi yang dipersyaratkan. Untuk mendapatkan SDM yang sesuai kualifikasi tersebut maka dibutuhkan lembaga pelatihan ketenaganukliran yang mampu mempersiapkan kebutuhan Sumber Daya Manusia dalam kegiatan ketenaganukliran.
Lingkup Lembaga Pelatihan Ketenaganukliran adalah:

  1. Petugas Proteksi Radiasi Industri AR-1 : Tingkat 1, Tingkat 2, Tingkat 3
  2. Petugas Proteksi Radiasi Medik : Tingkat 1, Tingkat 2, Tingkat 3
  3. Radiografer Tingkat I dan Tingkat II
  4. Petugas Instalasi dan Bahan Nuklir pada Reaktor Non daya
  5. Petugas Instalasi dan Bahan Nuklir pada Reaktor daya
  6. Petugas Instalasi dan Bahan Nuklir pada instalasi Nuklir Non-Reaktor
  7. Personil penguji pesawat sinar-x radiologi
  8. Petugas Keamanan Sumber Radiasi

Penyelenggara pelatihan ketenaganukliran di selenggarakan oleh lembaga yang telah ditunjuk oleh BAPETEN dengan tatacara pengajuan permohonan penunjukan lembaga pelatihan sebagai berikut:

  1. Pemohon mengajukan permohonan tertulis kepada Kepala BAPETEN u.p. Direktur Keteknikan dan Kesiapsiagaan Nuklir, Jl. Gajah Mada No. 8 (Gedung C BAPETEN), Jakarta Pusat 10120.
    Surat permohonan tertulis harus menyebutkan ruang lingkup atau jenis pelatihan yang diselenggarakan dan dilampiri dengan:

    1. Fotokopi bukti Badan Hukum,
    2. Formulir Fr.01.NN.05 tentang permohonan penunjukan yang telah diisi;
    3. Formulir Fr.02.NN.05 tentang penilaian diri lembaga yang telah diisi;
    4. Formulir Fr.03.NN.05 tentang kesanggupan lembaga yang telah diisi;
    5. Dokumen Sistem Manajemen(1),
    6. Daftar tenaga pengajar(2), dilengkapi:
      1. Fotokopi ijazah pendidikan terakhir,
      2. Fotokopi sertifikat TOT/Akta, dan
      3.  Surat keterangan pengalaman mengajar dan/atau kerja dibidang/materi pelatihan yang akan diajarkan atau daftar riwayat hidup.
    7. Daftar tenaga pendukung.
    8. Daftar sarana dan prasarana lembaga pelatihan(3).
    9. Dokumen kurikulum yang sesuai, minimal sesuai dengan materi ujian yang telah ditetapkan BAPETEN(4).
    10. Contoh format sertifikat pelatihan
  2. Berkas yang dinyatakan tidak lengkap akan dikembalikan lagi ke Pemohon.
  3. Berkas yang dinyatakan lengkap akan dievaluasi oleh Tim Audit. Apabila terdapat ketidaksesuaian, baik dari aspek kelengkapan maupun substansi, BAPETEN c.q. DKKN akan menyampaikan secara tertulis kepada Pemohon.
  4. Pemohon yang tidak menindaklanjuti setiap tahapan proses selama kurun waktu 60 (enam puluh) hari kerja tanpa keterangan jelas maka permohonan dianggap tidak berlaku kembali dan harus mengajukan permohonan baru.
  5. Verifikasi lapangan oleh Tim Audit. Verifikasi lapangan akan dilakukan apabila berkas permohonan telah memenuhi persyaratan. Pada verifikasi lapangan, Pemohon menanggung biaya transport dan akomodasi Tim Audit(5).
  6. Penilaian (evaluasi) akhir oleh Komite Penunjukan Lembaga Pelatihan Apabila penilaian akhir memberikan kesimpulan bahwa Pemohon memenuhi persyaratan menjadi lembaga pelatihan, Kepala BAPETEN akan menerbitkan KTUN Penunjukan sebagai Lembaga Pelatihan Ketenaganukliran sesuai ruang lingkupnya.
  7. Bendahara BAPETEN akan melakukan penagihan tarif PNBP kepada Pemohon setelah Laporan Evaluasi Akhir diterbitkan. KTUN Penunjukan sebagai Lembaga Pelatihan Ketenaganukliran akan diterbitkan setelah Pemohon melakukan pembayaran PNBP (5).
  8. Masa berlaku penunjukan Lembaga Pelatihan adalah 3 (tiga) tahun dan dapat diperpanjang. Selama masa berlakunya penunjukan, BAPETEN melakukan pemantauan melalui surveilan.
  9. Pemohon dapat melakukan penambahan atau pengurangan ruang lingkup dengan mengajukan permohonan sebagaimana permohonan baru.
  10. Pemohon dapat melakukan penambahan atau pengurangan tenaga pengajar dengan mengajukan pemberitahuan yang dilampiri dokumen sebagaimana poin 1.f.
  11. Pemohon dapat melakukan perpanjangan dengan mengajukan permohonan serta melampirkan dokumen sebagaimana poin b, e, f, g, h, i dan j.

KETERANGAN

  1. Dokumen Sistem Manajemen hendaknya menjelaskan kebijakan manajemen dan standar mutu pelatihan. Kebijakan dan standar mutu pelatihan minimal mencakup standar isi pelatihan, standar proses,  standar kompetensi lulusan, standar tenaga pengajar dan tenaga pendukung,  standar sarpras, standar pengelolaan, standard pembiayaan, dan standar penilaian.
    Catatan:
    Apabila lembaga pelatihan telah tersertifikasi, mohon disampaikan fotokopi sertifikasi lembaga pelatihan.
  2. Tenaga Pengajar memiliki kualifikasi sebagai berikut:
    1. Latar belakang pendidikan akademis:
      Sarjana (S1) dan memiliki pengalaman pada bidang/materi yang diajarkan,  paling kurang 2 (dua) tahun; atau
      Diploma (D3) eksakta atau teknik dan memiliki pengalaman pada bidang/materi yang diajarkan paling kurang 5 (lima) tahun serta memiliki sertifikat keahlian yang diterbitkan oleh lembaga yang berkompeten.
    2. Memiliki kemampuan mengajar dan penyusunan bahan ajar, dibuktikan dengan salinan sertifikat Akta/TOTatau memiliki fungsional widyaswaraatau memiliki surat keterangan mengajar.
  3. Sarana dan prasarana lembaga pelatihan, minimal terdiri atas: kantor manajemen, ruang administrasi/pengajar, ruang kelas, peralatan belajar mengajar, dan  peralatan praktikum yang sesuai. Peralatan praktikum yang memuat informasi jumlah, merk, model, nomor seri dan dilengkapi dengan fotokopi izin pemanfaatan, sertifikat kalibrasi alat ukur dan/atau sertifikat pabrikan alat uji. Apabila Lembaga pelatihan tidak memiliki sarana dan prasarana penunjang pelatihan, maka  dapat melakukan kerjasama dengan lembaga/instansi yang memiliki sarana dan prasarana penunjang pelatihan sekurang-kurangnya 3 tahun, dibuktikan dengan dokumen perjanjian tertulis atau dokumen sejenis  dengan pemilik sarana dan prasarana.
  4. Dokumen kurikulum yang sesuai, diantaranya:
    1. Lingkup pelatihan Petugas Tertentu Yang Bekerja Di Instalasi Yang Memanfaatkan Sumber Radiasi Pengion, kurikulum yang digunakan minimal sesuai dengan Lampiran Perka BAPETEN No. 16 tahun 2014 tentang Surat Izin Bekerja Petugas Tertentu Yang Bekerja Di Instalasi Yang Memanfaatkan Sumber Radiasi Pengion.
    2. Lingkup pelatihan Petugas Instalasi dan Bahan Nuklir, kurikulum yang digunakan minimal sesuai dengan Lampiran Perka BAPETEN No.6 tahun 2013 tentang Izin Bekerja Petugas Instalasi dan Bahan Nuklir;
    3. Lingkup pelatihan Uji Kesesuaian Pesawat Sinar-X,  kurikulum yang digunakan minimal sesuai dengan Pedoman Teknis yang diterbitkan BAPETEN;
  5. Besarnya tarif PNBP mengacu pada PP Nomor 56 Tahun 2014 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada BAPETEN.
No. PERMOHONAN PNBP SATUAN
1. Penunjukan 3.340.000 Per Permohonan
2. Perpanjangan Penunjukan 2.890.000 Per Permohonan

 

Untuk informasi lebih lanjut, Pemohon dapat menghubungi:

Sekretariat Penunjukan Lembaga Pelatihan
Direktorat Keteknikan dan Kesiapsiagaan Nuklir (DKKN)
Jl. Gajah Mada No. 8 (Gedung C BAPETEN), Jakarta Pusat 10120
Telp. (021) 63858269-70 ext. 3214, Faks.021-6302187
E-mail: penetapan@bapeten.go.id ; penetapanbapeten@gmail.com

 

 

alur_lembaga_pelatihan

Download

  1. Surat Permohonan Penunjukan Lembaga Pelatihan
  2. Formulir Permohonan Lembaga Pelatihan
  3. Formulir Penilaian diri Lembaga Pelatihan
  4. Form Kesanggupan Lembaga Pelatihan
  5. Leaflet Penunjukan Lembaga Pelatihan
  6. Pedoman Teknis Lembaga Pelatihan
Copyright BAPETEN | 2015