BAPETEN Hadiri Seminar dan Konferensi Internasional tentang Energi Nuklir

foto 3

Kepala BAPETEN, Jazi Eko Istiyanto menghadiri Seminar Nasional Teknologi Energi Nuklir (SENTEN) yang ke-4 dan 2nd International Conference on Nuclear Energy Technologies and Sciences (ICoNETS-2017) bersama-sama dengan 4th International Symposium on Smart Material and Mechatronics (ISSMM) & Robotic Contest dengan tema yang diselenggarakan di Makassar atas kerjasama Kedeputian Teknologi Energi Nuklir BATAN dengan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin, Makassar (Kamis, 12 Oktober 2017). 

Tujuan Seminar ini adalah untuk menginformasikan berbagai hasil kajian/litbang teknologi nuklir dan iptek pendukungnya serta memfasilitasi para peneliti, praktisi, akademisi dan pemerhati serta pemangku kepentingan untuk bertukar informasi terkait pengembangan teknologi energi nuklir dalam menjawab tantangan pengembangan industri nasional dan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) termasuk pengawasanya oleh BAPETEN.

Sesuai Kebijakan Energi Nasional, PP No. 79 Tahun 2014 bahwa target kapasitas listrik terpasang pada tahun 2025 adalah 115 GWe, namun sekarang ini baru mencapai sekitar 50 GWe. Untuk itu energi nuklir bisa menjadi keniscayaan opsi untuk mengejar pemenuhan kebutuhan energi listrik, mengingat kebutuhan daya terpasang yang terus meningkat.

foto 2               foto 1

 Dari sisi kesiapan teknologinya, pembangunan PLTN selain membantu mengamankan pasokan listrik nasional juga memberikan leverage ekonomi dan industri nasional. Penyediaan listrik yang masif memberikan leverage ekonomi yang dapat langsung dirasakan. Karaktersitik PLTN yang memiliki teknologi dan berstandar keselamatan tinggi memberikan dampak pada standar kualitas industri nasional yang tinggi pula. Karena itu perlu ya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) untuk mengelolanya, dalamhal ini perguruan tinggi sangat berperan.

foto 4               foto 5

Jazi Eko yang bertindak sebagai  keynote speech dalam Seminar bertajug ”Kontribusi Teknologi Energi Nuklir Bagi Kemandirian dan Keberlanjutan Pembangunan Nasional” ini, mempresentasikan makalah “The Regulatory Body Readiness for the Implementation of the first NPP in Indonesia”, yakni terkait kesiapan BAPETEN dalam mengawasi  pengoperasian PLTN pertama di Indonesia, bila suatu saat nanti ada lampu hijau dari pemerintah. Jazi Eko menyampaikan bahwa tahapan perizinan dalam pembangunan PLTN sudah dimulai sejak tahap siting sampai dengan tahap decomissioning, dan semua tahapan tersebut harus melalui perizinan oleh BAPETEN, sesuai peraturan BAPETEN yang tentu saja menginduk pada safety standard-nya IAEA.

Selain Kepala BAPETEN, bertindak sebagai narasumber dalam acara ini antara lain  Kepala BATAN, Rektor Universitas Hasanudin Makassar, Eksper dari IAEA dan ROSATOM Rusia, dan beberapa narasumber lainnya (bho/bsb)

Print Friendly
FacebookTwitterLinkedIn
Copyright BAPETEN | 2015