Profil BAPETEN

Badan_pengawas_tenaga_nuklir

Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) adalah Lembaga Pemerintah non Kementerian (LPNK) yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden.

BAPETEN bertugas melaksanakan pengawasan terhadap segala kegiatan pemanfaatan tenaga nuklir di Indonesia melalui peraturan perundangan, perizinan dan inspeksi sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

BAPETEN didirikan pada tanggal 8 Mei 1998 dan mulai aktif berfungsi pada tanggal 4 Januari 1999.

 

TUGAS POKOK

Melaksanakan pengawasan terhadap segala kegiatan pemanfaatan tenaga nuklir dengan menyelenggarakan peraturan, perizinan dan inspeksi.

FUNGSI 

  • Perumusan kebijaksanaan nasional di bidang pengawasan pemanfaatan tenaga nuklir; penyusunan rencana dan program nasional di bidang pengawasan pemanfaatan tenaga nuklir.
  • Pembinaan dan penyusunan peraturan serta pelaksanaan pengkajian keselamatan nuklir, keselamatan radiasi, dan pengamanan bahan nuklir.
  • Pelaksanaan perizinan dan inspeksi terhadap pembangunan dan pengoperasian reaktor nuklir, instalasi nuklir, fasilitas bahan nuklir, dan sumber radiasi serta pengembangan kesiapsiagaan nuklir.
  • Pelaksanaan kerja sama di bidang pengawasan pemanfaatan tenaga nuklir dengan instansi Pemerintah atau organisasi lainnya baik di dalam maupun di luar wilayah Indonesia.
  • Pelaksanaan pengawasan dan pengendalian bahan nuklir.
  • Pelaksanaan bimbingan dan penyuluhan terhadap upaya yang menyangkut keselamatan dan kesehatan pekerja, anggota masyarakat dan perlindungan terhadap lingkungan hidup.
  • Pelaksanaan pembinaan sumber daya manusia di lingkungan BAPETEN.
  • Pelaksanaan pembinaan administrasi, pengendalian dan pengawasan di lingkungan BAPETEN.
  • Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Presiden.

TUJUAN 

  • Terjaminnya kesejahteraan, keamanan dan ketentraman masyarakat.
  • Menjamin keselamatan dan kesehatan pekerja dan anggota masyarakat serta perlindungan terhadap lingkungan hidup.
  • Memelihara tertib hukum dalam pelaksanaan pemanfaatan tenaga nuklir.
  • Meningkatkan kesadaran hukum pengguna tenaga nuklir untuk menimbulkan budaya keselamatan di bidang nuklir.
  • Mencegah terjadinya perubahan tujuan pemanfaatan bahan nuklir.
  • Menjamin terpeliharanya dan ditingkatkannya disiplin petugas dalam pelaksanaan pemanfaatan nuklir.
Copyright BAPETEN | 2015