BAPETEN Bahas Perpindahan Pengelolaan Komite Teknis Ketenaganukliran untuk Perkuat Standarisasi Nasional
Kembali 06 Maret 2026 | Berita BAPETEN | 24 lihatBAPETEN melalui Direktorat Pengaturan Pengawasan Instalasi dan Bahan Nuklir (DP2IBN) menyelenggarakan rapat pembahasan pengelolaan sekretariat komite teknis lingkup ketenaganukliran pada Jumat, 6 Maret 2026 di Jakarta. Kegiatan ini dilaksanakan untuk memperkuat koordinasi dan menata pengelolaan komite teknis yang mendukung proses perumusan standar di bidang ketenaganukliran. Rapat dipimpin oleh Direktur Pengaturan Pengawasan Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif (DP2FRZR), Mukhlisin, serta dihadiri oleh berbagai unit kerja di lingkungan BAPETEN bersama perwakilan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Badan Standardisasi Nasional (BSN).
Kegiatan diisi dengan pemaparan materi oleh perwakilan instansi terkait, yaitu A. Praba dari BSN dan Heru Prasetyo dari BRIN. Pemaparan tersebut membahas perkembangan kegiatan standarisasi di bidang ketenaganukliran serta pengelolaan komite teknis yang mendukung penyusunan dan pengembangan Standar Nasional Indonesia (SNI). Pembahasan utama dalam rapat ini difokuskan pada rencana perpindahan pengelolaan komite teknis lingkup ketenaganukliran. Selain itu, turut dibahas komposisi keanggotaan komite teknis yang melibatkan unsur pemerintah, pakar, pelaku usaha, dan konsumen guna memastikan proses perumusan standar dapat berjalan secara efektif dan selaras dengan kebutuhan pemanfaatan teknologi nuklir di Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut turut disampaikan arahan dari Plt. Kepala BAPETEN, Zainal Arifin, yang menekankan pentingnya penguatan koordinasi internal serta kerja sama lintas instansi dalam pengelolaan komite teknis, termasuk perlunya pertemuan secara berkala dan penyusunan program kerja yang jelas agar kegiatan standarisasi di bidang ketenaganukliran dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dukungan optimal bagi pengawasan keselamatan nuklir.
Kegiatan ini diharapkan dapat membangun sinergi yang lebih kuat antara BAPETEN, BSN, dan BRIN dalam mendukung pengembangan standar nasional di bidang ketenaganukliran. Oleh karena itu, kontribusi bagi peningkatan keselamatan, kualitas, serta pemanfaatan teknologi nuklir secara bertanggung jawab dapat diberikan. [DP2IBN/Amanda/BHKK/HRUF/Chika]












Komentar (0)