Layanan Publik

mkirimenu_2018-01-26-104911.gif
mkirimenu_2018-01-26-104958.png
mkirimenu_2018-01-26-105029.png

Bapeten Link

mkirimenu_2018-01-26-105102.png
mkirimenu_2018-01-26-105119.png
mkirimenu_2018-01-26-105136.png
mkirimenu_2018-01-26-105151.png
mkirimenu_2018-01-26-105207.png
mkirimenu_2018-11-15-104059.png

Peta Pemanfaatan Tenaga Nuklir

mkirimenu_2018-01-26-105624.png

Survei

mkirimenu_2018-01-26-105420.png
mkirimenu_2018-01-26-105524.jpg

Video

BAPETEN Gandeng Badan Intelijen Negara (BIN) dalam Pembinaan Petugas Keamanan Sumber Radioaktif
Kembali 04 Juli 2019 | Berita BAPETEN
small_thumb_2019-07-04-115131.jpg

Sebagai salah satu ujung tombak pengawasan BAPETEN di bidang keamanan sumber radioaktif, Petugas Keamanan Sumber Radioaktif (Petugas KSR) mempunyai tugas yang sangat penting. Salah satunya adalah membantu pemegang izin memastikan terpenuhinya persyaratan keamanan sumber radioaktif dan juga bertanggung jawab dalam mengimplementasikan program keamanan sumber radioaktif di masing-masing instansi pemanfaatan sumber radiasi pengion.

Sampai tahun 2019, sebanyak 716 orang telah mendapatkan sertifikat sebagai Petugas KSR dari BAPETEN. Untuk itu, BAPETEN memandang perlu adanya pembinaan untuk memelihara dan meningkatkan kompetensi Petugas KSR. Bertempat di kota Medan, Sumatera Utara, tanggal 2 Juli 2019, BAPETEN menggelar Pembinaan Petugas Keamanan Sumber Radioaktif dan dihadiri lebih dari 30 undangan Petugas KSR yang berada di wilayah Sumatera.

imgkonten

Acara ini dibuka secara resmi oleh Direktur Perizinan Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif Ishak dengan didampingi Kepala Subdirektorat Perizinan Fasilitas Penelitian dan Industri Wita Kustiana. Dalam pembukaannya, Ishak menyampaikan bahwa agar pengetahuan tentang keamanan sumber radioaktif yang telah dimiliki Petugas KSR sebelumnya tidak berkurang atau bahkan hilang, untuk itu perlu dilakukan penyegaran dan peningkatan pemahaman Petugas KSR terhadap hal-hal terkait keamanan sumber radioaktif terutama implementasi budaya keamanan di lingkungan kerjanya.

Lebih lanjut, dalam paparannya, Ishak menggarisbawahi beberapa hal antara lain implementasi IAEA Nuclear Security Series No. 11 tentang Security of Radioactive Sources, IAEA Nuclear Security Series No. 9 tentang Security in the Transport of Radioactive Material serta Perka BAPETEN No. 6 Tahun 2015 tentang Keamanan Sumber Radioaktif.

imgkonten

Kemudian acara dilanjutkan oleh pemaparan narasumber dari Badan Intelijen Negara (BIN). Narasumber BIN menyampaikan beberapa hal antara lain analisis kerawanan pemanfaatan sumber radioaktif di beberapa wilayah Indonesia, potensi terorisme menggunakan sumber radioaktif di Indonesia serta upaya pencegahannya. Ditekankan bahwa potensi terorisme nuklir merupakan ancaman global yang harus selalu diwaspadai, karena dampak yang ditimbulkan bisa sangat fatal, sehingga peningkatan koordinasi antar Kementerian/Lembaga dan peningkatan kompetensi Petugas KSR mutlak dilaksanakan.

Dalam acara ini, juga dipaparkan secara singkat mengenai sistem keselamatan dan keamanan (integrasi personil, dokumen prosedur dan peralatan yang ada dalam fasilitas), serta panduan pemutakhiran dokumen Program Keamanan Sumber Radioaktif yang telah disusun oleh Petugas KSR sebelumnya.

Acara dilanjutkan sesi diskusi dan tanya jawab oleh peserta dan diakhiri dengan ucapan terima kasih oleh Ishak kepada seluruh pihak atas terselenggaranya acara ini. Ishak juga berpesan kepada Petugas KSR agar selalu meningkatkan kompetensinya sehingga semakin bisa diandalkan dalam hal keamanan sumber radioaktif di Indonesia. [DPFRZR/HY/BHKK/AA]

imgkonten


Komentar (0)


Tautan Lembaga Pemerintah Non Kementrian

mbawahmenu_2018-01-26-112824.pngmbawahmenu_2018-01-26-112839.pngmbawahmenu_2018-01-26-112853.pngmbawahmenu_2018-01-26-112908.pngmbawahmenu_2018-01-26-112923.pngmbawahmenu_2019-02-25-144747.pngmbawahmenu_2018-01-26-113002.png