BAPETEN Jajaki Kerja Sama Pemantauan Radiasi dengan Belarus
Kembali 23 September 2026 | Berita BAPETEN | 32 lihatBadan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) menerima Courtesy Call Duta Besar Belarus untuk Indonesia, Raman Ramanouski, di Kantor BAPETEN, Jakarta, Rabu (23/9). Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk menjajaki peluang kerja sama di bidang pemantauan radiasi serta pertukaran pengalaman dalam penguatan pengawasan keselamatan nuklir.
Kedutaan Besar Belarus dihadiri oleh Ambassador of Belarus to Indonesia Raman Ramanouski dan First Secretary of Belarus to Indonesia Raman Novikau,Sedangkan perwakilan BAPETEN di hadiri oleh Deputi Bidang Perizinan dan Inspeksi Zainal Arifin, Sekretaris Utama Mohammad Ridwan, Mukhlisin Direktur Pengaturan Pengawasan Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif, Ishak Kepala Biro Hukum, Kerja Sama dan Komunikasi Publik.
Pertemuan ini menjadi kesempatan bagi BAPETEN dan Pemerintah Belarus untuk bertukar informasi teknis serta membahas potensi kerja sama yang dapat mendukung penguatan pengawasan keselamatan dan radiasi di Indonesia. BAPETEN menyambut baik ketertarikan Belarus untuk mengeksplorasi kerja sama, khususnya terkait peralatan pemantauan radiasi.
Dalam pertemuan tersebut, Raman Ramanouski menyampaikan bahwa “Belarus memiliki pengalaman dalam pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Ostrovets serta pengembangan infrastruktur keselamatan nuklir. Pengalaman tersebut dinilai dapat menjadi salah satu ruang pertukaran pengetahuan, khususnya dalam aspek pengawasan regulasi dan pemantauan radiasi lingkungan. Serta adanya ketertarikan Belarus untuk mengeksplorasi kerja sama dengan Indonesia, khususnya terkait peralatan pemantauan radiasi.”
Ditanggapi BAPETEN oleh Zainal Arifin bahwa “BAPETEN juga membuka ruang pertukaran informasi teknis yang dapat mendukung penguatan pengawasan keselamatan dan radiasi, serta BAPETEN menekankan bahwa setiap potensi penggunaan peralatan pemantauan radiasi perlu dikaji lebih lanjut dengan mempertimbangkan kebutuhan operasional di Indonesia serta prosedur yang berlaku. Untuk itu, BAPETEN mendorong adanya penyampaian informasi teknis secara lebih rinci mengenai perusahaan dan model peralatan yang ditawarkan oleh Belarus.”
Sejalan dengan kebutuhan penguatan kemampuan pemantauan radiasi dan kesiapsiagaan kedaruratan di Indonesia, BAPETEN juga membahas rencana pengenalan Radiation Portal Monitors (RPMs) serta peralatan pemantauan radiasi lingkungan. Pembahasan diarahkan untuk memahami lebih lanjut mengenai fungsi peralatan, kemampuan deteksi, standar yang digunakan, kebutuhan kalibrasi dan pemeliharaan, pengelolaan data, serta dukungan pelatihan dan teknis yang dapat diberikan di Indonesia.
Selain aspek peralatan, BAPETEN juga membuka peluang pertukaran pengalaman kelembagaan dengan otoritas pengawas nuklir Belarus, Gosatomnadzor. Pertukaran tersebut diharapkan dapat mencakup pengalaman pengawasan regulasi serta praktik pemantauan radiasi yang diterapkan di Belarus.
Sebagai tindak lanjut, BAPETEN menyambut baik penyampaian informasi teknis secara tertulis dari pihak Kedutaan Besar Belarus serta rencana pertemuan lanjutan yang melibatkan unit teknis terkait di lingkungan BAPETEN. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu kedua pihak mengidentifikasi bidang kerja sama yang relevan, bermanfaat, dan dapat diimplementasikan.
Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya BAPETEN untuk terus memperkuat jejaring kerja sama internasional dan membuka ruang pertukaran pengalaman teknis dalam mendukung pengawasan keselamatan dan keamanan nuklir serta pemantauan radiasi di Indonesia.(BHKK/DA/CD)















Komentar (0)