Layanan Publik

mkirimenu_2018-01-26-104911.gif
mkirimenu_2018-01-26-104958.png
mkirimenu_2018-01-26-105029.png

Bapeten Link

mkirimenu_2018-01-26-105102.png
mkirimenu_2018-01-26-105119.png
mkirimenu_2018-01-26-105136.png
mkirimenu_2018-01-26-105151.png
mkirimenu_2018-01-26-105207.png
mkirimenu_2018-11-15-104059.png

Peta Pemanfaatan Tenaga Nuklir

mkirimenu_2018-01-26-105624.png

Survei

mkirimenu_2018-01-26-105420.png
mkirimenu_2018-01-26-105524.jpg

Video

BAPETEN Memberi Perhatian yang Serius terhadap Pencegahan Unnecessary/Unintended Exposure pada Pasien Radiologi
Kembali 11 Juli 2019 | Berita BAPETEN
small_thumb_2019-07-15-133813.jpg

Upaya peningkatan keselamatan radiasi bagi pasien yang menjalani diagnosa maupun terapi menggunakan radiasi pengion selalu menjadi prioritas BAPETEN. Isu paparan yang tidak diperlukan atau paparan yang tidak dimaksudkan (unnecessary/unintended exposure) menjadi salah satu perhatian BAPETEN dalam menerapkan optimisasi proteksi radiasi terhadap paparan medik.

Guna meningkatkan peran pengawasan dalam penjaminan keselamatan radiasi bagi pasien, BAPETEN melalui Pusat Pengkajian Sistem dan Teknologi Pengawasan Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif (P2STPFRZR) menyelenggarakan Forum Discussion Group (FGD) terkait pengendalian dan pencegahan unnecessary/unintended exposure di Solo, Jawa Tengah pada tanggal 11 Juli 2019 dengan mengundang beberapa perwakilan rumah sakit (RS) di Solo dan sekitarnya. Turut hadir sebagai narasumber adalah perwakilan dari RSUP dr. Kariadi Semarang. Kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan, sebelumnya telah dilaksanakan juga di Yogyakarta pada bulan Maret bersama perwakilan dari RSUP Dr Sarjito, di Jakarta pada bulan April dengan narasumber dari RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo dan RS Kanker Dharmais, di Bandung pada bulan April dengan narasumber dari RSUP Dr. Hasan Sadikin.

imgkonten

FGD dilaksanakan guna menjaring informasi dan data dari beberapa pengalaman RS terkait dengan upaya-upaya dalam pengendalian dan pencegahan unnecessary exposure difasilitasnya, baik fasilitas kedokteran nuklir, radioterapi maupun radiodiagnostik dan intervensional. Informasi dan data yang terhimpun nantinya akan diolah dan dirumuskan menjadi sebuah buku panduan dengan judul Pedoman Teknis Pengendalian dan Pencegahan Unnecessary/Unintended Exposure pada pasien, yang diharapkan berdaya guna dan mampu terap bagi RS dalam mencegah dan meminimalisir adanya situasi unnecessary/unintended exposure pada pasien.

imgkonten

Dalam FGD kali ini, acara dibuka oleh Kepala P2STPFRZR Djoko Hari Nugroho. Dilanjutkan pemaparan mengenai overview kegiatan oleh Kabid. Pengkajian Kesehatan Rusmanto, pemaparan mengenai Konsep Rancangan Pedoman Teknis oleh Koordinator teknis Endang Kunarsih dan pemaparan mengenai pengalaman pengendalian unnecessary/unintended exposure di RSUP Dr. Kariadi oleh para narasumber.

Secara umum peserta memberikan respon positif adanya kegiatan ini karena kebutuhan akan pedoman yang dapat menjadi acuan bagi manajemen dan pelaksana dalam melaksanakan pencegahan terjadinya paparan radiasi yang tidak perlu atau tidak dibutuhkan oleh pasien. (P2STPFRZR/EK)


Komentar (0)


Tautan Lembaga Pemerintah Non Kementrian

mbawahmenu_2018-01-26-112824.pngmbawahmenu_2018-01-26-112839.pngmbawahmenu_2018-01-26-112853.pngmbawahmenu_2018-01-26-112908.pngmbawahmenu_2018-01-26-112923.pngmbawahmenu_2019-02-25-144747.pngmbawahmenu_2018-01-26-113002.png