BAPETEN Perkuat Kolaborasi dengan Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran dalam Pengembangan Farmasi Nuklir di Indonesia
Kembali 06 Maret 2026 | Berita BAPETEN | 20 lihatBAPETEN menerima audiensi dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung pada Jumat, 6 Maret 2026 di Kantor BAPETEN. Kunjungan ini dihadiri oleh Plt. Kepala BAPETEN Zainal Arifin, Direktur Direktorat Perizinan Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif (DPFRZR) Asep Saefulloh, Direktur Direktorat Inspeksi Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif (DIFRZR) Zulkarnain, Direktur Direktorat Pengaturan Pengawasan Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif (DP2FRZR) Mukhlisin, Pengelola Kegiatan Kelompok Fungsi Inspeksi Fasilitas Kesehatan (DIFRZR) Iin Indartati, Pengawas Radiasi Madya Herry Irawan, serta Pengawas Ahli Muda Hermawan Puji Yuwana.
Audiensi ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Universitas Padjadjaran, yaitu Dekan Auliya Abdurrohim Suwantika, Vesara A. Gater dan Rina Fajri selaku dosen. Kehadiran para pimpinan dan akademisi dari Unpad tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat diskusi terkait pengembangan pendidikan farmasi nuklir serta sinergi antara dunia akademik dan regulator.
Dalam audiensi disampaikan bahwa pemanfaatan teknologi nuklir, khususnya di bidang kesehatan, memerlukan pengawasan yang ketat guna menjamin keselamatan pekerja, masyarakat, dan lingkungan. Selain pemahaman mengenai regulasi, tenaga profesional juga perlu memiliki kompetensi teknis serta etika dalam pengelolaan bahan radioaktif, mengingat karakteristiknya yang berbeda dengan farmasi pada umumnya.
“Ilmu di bidang farmasi nuklir memang bersifat sangat spesifik dan membutuhkan jam terbang serta keahlian tertentu. Oleh karena itu, diharapkan para lulusan dari program studi farmasi nuklir nantinya memiliki kemampuan yang dapat langsung diterapkan di lapangan” Ujar Iin Indartati
Diskusi juga menyoroti pentingnya penguatan pendidikan dan pelatihan bagi calon tenaga farmasi nuklir. Melalui program pendidikan yang relevan terutama dalam pengelolaan radiofarmasi, proses dispensing, hingga jaminan mutu dalam pemanfaatan bahan radioaktif di fasilitas kesehatan.
Selain itu, BAPETEN menjelaskan bahwa proses pengawasan terhadap pemanfaatan bahan radioaktif dilakukan menyeluruh mulai dari perizinan fasilitas, proses konstruksi, hingga pengelolaan limbah.
Melalui kunjungan ini diharapkan terjalin komunikasi dan kolaborasi yang lebih erat antara BAPETEN dan Universitas Padjadjaran dalam mendukung pemanfaatan tenaga nuklir yang aman, selamat, dan bertanggung jawab, khususnya di bidang kesehatan serta pengembangan farmasi nuklir di Indonesia. [BHKK/OR/CN]














Komentar (0)