BAPETEN Selenggarakan Pelatihan "English for Frontliners" untuk Tingkatkan Pelayanan Berstandar Internasional
Kembali 06 Juli 2026 | Berita BAPETEN | 16 lihatDalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mendukung visi menjadi Badan Pengawas Kelas Dunia, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) menyelenggarakan pelatihan "English for Frontliners" pada 6 Juli 2026 hingga 7 Desember 2026 di Kantor BAPETEN. Para pesertanya meliputi para pegawai dari berbagai unit kerja, khususnya yang bertugas di garda terdepan pelayanan.
Pelatihan ini diselenggarakan sebagai bentuk komitmen BAPETEN dalam memperkuat kompetensi komunikasi bahasa Inggris bagi pegawai yang berinteraksi langsung dengan masyarakat maupun pemangku kepentingan dari luar negeri. Kemampuan berkomunikasi yang baik tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi, tetapi juga mencerminkan profesionalisme dan kualitas pelayanan instansi di tingkat internasional.
Kegiatan diawali oleh sambutan dari Umul Khair selaku Ketua Tim Pokja Swakelola menyampaikan "Metode pembelajaran dirancang secara aplikatif melalui simulasi berbagai situasi nyata yang sering dihadapi oleh frontliner. Dengan pendekatan tersebut, peserta diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri dalam menggunakan bahasa Inggris saat melayani tamu, mitra kerja, maupun stakeholder internasional."
Dilanjutkan sambutan dari Ahmad Ciptadi Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) menyampaikan "Kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris merupakan kompetensi yang sangat penting bagi pegawai BAPETEN, khususnya frontliner yang menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan berinteraksi dengan tamu maupun mitra internasional. Seiring meningkatnya kerja sama dan koordinasi dengan berbagai pihak dari luar negeri, kita perlu membiasakan diri untuk menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi global. Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan ini secara konsisten, meningkatkan kompetensinya, dan menerapkan kemampuan yang diperoleh dalam pekerjaan sehari-hari. Melalui metode pembelajaran yang lebih komunikatif dan aplikatif, peserta diharapkan mampu menggunakan bahasa Inggris secara percaya diri dan alami, sehingga dapat mendukung terwujudnya pelayanan publik yang profesional serta memperkuat citra BAPETEN di tingkat internasional."
Keberhasilan pelatihan diukur melalui kemampuan peserta dalam melakukan komunikasi bahasa Inggris sesuai kebutuhan pekerjaan, mulai dari memberikan salam, memperkenalkan diri, melakukan percakapan umum, menangani komunikasi melalui telepon, melaksanakan percakapan sehari-hari di lingkungan kerja, hingga menyusun ringkasan dan laporan dalam bahasa Inggris.
Melalui penyelenggaraan pelatihan ini, BAPETEN berharap dapat mencetak sumber daya manusia yang lebih kompeten, percaya diri, dan profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat serta stakeholder internasional. Peningkatan kompetensi bahasa Inggris di kalangan frontliner diharapkan menjadi salah satu langkah strategis dalam mewujudkan pelayanan publik yang prima dan memperkuat citra BAPETEN sebagai lembaga pengawas yang berkelas dunia.(BHKK/CD)














Komentar (0)