BAPETEN Terima Kunjungan Kedutaan Besar Kerajaan Inggris dan Arup, Bahas Pengembangan Program Ketenaganukliran
Kembali 26 Oktober 2026 | Berita BAPETEN | 70 lihatBAPETEN menerima kunjungan delegasi Kedutaan Besar Kerajaan Inggris di Jakarta dan Arup di Kantor BAPETEN, Senin 26 Oktober 2026. Pertemuan ini membahas perkembangan program ketenaganukliran Indonesia serta pertukaran pengalaman mengenai pengembangan proyek dan kebijakan nuklir.
Pertemuan dipimpin oleh Kepala Biro Hukum, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik BAPETEN Ishak, serta dihadiri oleh Direktur Inspeksi Instalasi dan Bahan Nuklir BAPETEN Lukman Hakim, beserta staf terkait. Delegasi Kedutaan Besar Kerajaan Inggris di Jakarta terdiri atas, Senior Trade Advisor (Energy) Andria Yusuf Arifanto dan Deputy Head of Low Carbon Energi Jet Gacusan. Sementara itu, Arup diwakili oleh Property, Science, Industry and Technology Business Leader Arup Indonesia Leonardi Kawidjaja, serta Director & Global Nuclear Leader Arup Jeremy Stain.
Dalam pertemuan tersebut, Pengawas Radiasi Ahli Madya BAPETEN Bambang Eko Aryadi memaparkan tugas dan fungsi BAPETEN dalam mengawasi pemanfaatan tenaga nuklir di Indonesia. Sejalan dengan pembahasan mengenai rencana pengembangan tenaga nuklir, ia juga menjelaskan proses perizinan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), termasuk tahapan pre-licensing. Penjelasan ini memberikan gambaran mengenai peran BAPETEN dalam proses perizinan serta kesiapan aspek pengawasan sejak tahap awal pengembangan PLTN.
Dari pihak Arup, Leonardi Kawidjaja mengawali paparan dengan memperkenalkan profil perusahaan, pengalaman, serta lingkup layanan Arup dalam mendukung berbagai proyek infrastruktur dan industri. Paparan tersebut menjadi pengantar untuk memahami pengalaman dan kapasitas Arup dalam mendukung pengembangan proyek ketenaganukliran.
Selanjutnya, Jeremy Stain memaparkan pengalaman Arup dalam mendukung pengembangan sektor nuklir melalui berbagai tahapan siklus hidup fasilitas nuklir (nuclear lifecycle). Cakupan tersebut meliputi penelitian dan pengembangan teknologi Small Modular Reactor (SMR), pembangunan pembangkit nuklir skala besar, pengoperasian fasilitas nuklir, hingga dekomisioning dan pengelolaan limbah radioaktif.
Jeremy juga menjelaskan keterlibatan Arup dalam mendukung pemerintah dan pemangku kepentingan di Inggris dalam pengembangan proyek nuklir. Salah satunya melalui peran Arup sebagai penasihat teknis bagi Great British Nuclear, termasuk dalam mendukung pemilihan teknologi SMR dan lokasi proyek, serta kesiapan pelaksanaan proyek.
Pertemuan ini menjadi wadah pertukaran informasi mengenai kerangka pengawasan dan perizinan PLTN di Indonesia serta pengalaman internasional dalam pengembangan proyek nuklir. Pertukaran perspektif tersebut diharapkan dapat memperkaya pemahaman mengenai kesiapan pengawasan dan perizinan sejak tahap awal, sekaligus mendukung pengembangan kapasitas pengawasan ketenaganukliran Indonesia seiring dengan rencana pengembangan tenaga nuklir di masa mendatang. [BHKK/Da]












Komentar (0)