Banner BAPETEN
Courtesy Call BAPETEN dengan Duta Besar RI untuk Republik Korea
Kembali     15 Oktober 2026 | Berita BAPETEN | 28 lihat

BAPETEN menerima kunjungan dan audiensi strategis terkait perkembangan serta peluang kerja sama sektor energi Indonesia dengan Republik Korea. Pertemuan courtesy call dengan Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Korea ini berlangsung di Gedung BAPETEN, Jakarta, pada Kamis, 15 Oktober 2026.

Pertemuan dihadiri oleh Sekretaris Utama BAPETEN Mohammad Ridwan dan Deputi Bidang Pengkajian Keselamatan Nuklir Haendra Subekti, beserta staf terkait. Sementara dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Seoul, hadir Duta Besar RI untuk Korea Selatan Cecep Herawan, Koordinator Fungsi Ekonomi Marviana Sendi Siregar, Kepala Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) Seoul Wahyudi Romdhani, serta Pejabat Fungsi Ekonomi Tiara Ika Winarni.

Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama strategis antara Indonesia dan Republik Korea dalam pengembangan energi nuklir, penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), serta pertukaran pengalaman regulasi dan pengawasan keselamatan instalasi nuklir, termasuk teknologi Small Modular Reactor (SMR).

Deputi Bidang Pengkajian Keselamatan Nuklir BAPETEN, Haendra Subekti, dalam pembukaan rapat menyampaikan apresiasi serta kilas balik hubungan erat antara Indonesia dan Korea Selatan di bidang pendidikan dan pelatihan nuklir. "Sejarah panjang hubungan dengan Korea, seperti beasiswa rutin untuk pegawai, telah terjalin baik melalui regional network ANSN. Ke depan kita merencanakan program on-the-job training (OJT) pegawai BAPETEN di Korea Selatan untuk penyiapan SDM dan kerangka regulasi," ujar Haendra.

Sementara itu, Duta Besar RI untuk Korea Selatan, Cecep Herawan, menyampaikan pandangannya bahwa Korea Selatan dipandang sebagai mitra yang berpengalaman luas dalam penyediaan teknologi energi nuklir. Pihaknya menyoroti perkembangan pembangunan reaktor serta kesiapan Indonesia dalam menghadapi transisi energi, termasuk rencana pengembangan energi nuklir ke depan.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Utama BAPETEN, Mohammad Ridwan, menegaskan pentingnya proses domestikasi regulasi serta penguatan kapasitas kelembagaan pengawas secara mandiri. "Perkembangan badan pengawas kita melalui proses adopsi hingga pengembangan dan domestikasi secara mandiri dengan menganut standar pedoman internasional. BAPETEN selalu siap menyesuaikan diri dengan kebijakan pemerintah serta mempelajari berbagai opsi teknologi yang ditawarkan," jelas Ridwan.

Lebih lanjut, Haendra Subekti menambahkan bahwa peluang kerja sama teknis seperti OJT sangat dibutuhkan untuk menghadapi fase konstruksi fasilitas nuklir di masa mendatang. "Harapan kerja sama OJT ini utamanya untuk persiapan pengawasan konstruksi," tambah Haendra.

Melalui pertemuan ini, BAPETEN berkomitmen untuk terus memperkuat kapasitas teknis, kerangka regulasi, dan independensi kelembagaan guna memastikan setiap pemanfaatan tenaga nuklir di Indonesia dilaksanakan dengan mengutamakan keselamatan, keamanan, dan standar kepatuhan internasional. [BHKK/OR/GP]


Komentar (0)


Tautan BAPETEN

mkananmenu_2024-02-26-145126.png
mkananmenu_2021-04-19-125003.png
mkananmenu_2021-04-19-125235.png
mkananmenu_2021-08-25-114254.png
mkananmenu_2024-05-15-171035.jpeg
mkananmenu_2026-05-10-232514.png

Feedback

GPR Kominfo

Memuat berita GPR Kominfo...

Video

Tautan Internasional