Banner BAPETEN
FGD ke-2: Proses Penetapan Nilai Indonesian-Diagnostic Reference Level (I-DRL) Tahun 2021
Kembali 07 Mei 2021 | Berita BAPETEN
small_thumb_2021-05-07-102646.jpg

Dalam rangka penetapan I-DRL, sebagai panduan bagi praktisi medis dalam menerapkan optimisasi proteksi radiasi terhadap pasien diagnostik, di tanggal 25 Mei 2021 nanti. BAPETEN melanjutkan Focus Group Discussion (FGD) ke-2, pada hari Kamis, 6 Mei 2021.

GD dibuka oleh Kepala Pusat Pengkajian Sistem dan Teknologi Pengawasan Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif (P2STPFRZR) BAPETEN yang diwakili oleh Koordinator Pengkajian Kesehatan BAPETEN Rusmanto, dalam sambutan pembukaannya disampaikan bahwa ada 3 target pada FGD ke-2 ini, yaitu:

1. Penyeragaman terminologi jenis dan definisi pemeriksaan yang sering menjadi kendala dilapangan yang sangat beragam karena untuk setiap jenis pemeriksaan yang sama terkadang mempunyai nama yang berbeda. Kedepan diharapkan ada sebuah protokol penyinaran nasional untuk pemeriksaan pasien dengan sinar-X.

2. Kesepakatan rentang usia untuk kategori dewasa, anak dan bayi mengingat beberapa negara mempunyai batasan usia tersendiri sesuai kondisi negaranya.

3. Nilai-nilai I-DRL yang disepakati.

imgkontenimgkonten

Acara dilanjutkan dengan presentasi pemaparan hasil FGD 1, serta rencana tindak lanjut yang disampaikan oleh Koordinator Pengkajian Kesehatan BAPETEN. Acara dilanjutkan dengan diskusi dan tanggapan oleh seluruh peserta, yang menyepakati beberapa poin antara lain indikator pada pemeriksaan Radiografi Umum menggunakan terminologi ESAK dan INAK, dan indikator untuk pemeriksaan menggunakan CT Scan adalah CTDI dan DLP, nilai I-DRL disepakati dipilih yang konservatif, rentang usia pasien yang dipakai adalah 15 tahun ke atas, dan membuat definisi operasional tiap jenis pemeriksaan yang muncul sebagai I-DRL.

Acara yang diselenggarakan secara daring ini, dihadiri 23 peserta perwakilan seluruh pemangku kepentingan yang terkait dengan DRL, yaitu Kementerian Kesehatan, PDSRKI, PERSI, AFISMI, KARS, PARI, PTKMR - BATAN, Poltekkes Jakarta, Poltekkes Semarang, Universitas Indonesia, Universitas Diponegoro, serta beberapa perwakilan rumah sakit vertikal seperti RSUPN Cipto Mangunkusumo, RS Kanker Dharmais, dan RSUP Hasan Sadikin.

FGD ditutup oleh Kepala P2STPFRZR Taruniyati Handayani yang menyampaikan “agenda FGD berikutnya direncanakan pembahasan terkait terminologi jenis pemeriksaan, batas-batas tiap jenis pemeriksaan seperti abdomen, chest, femur dan pemeriksaan lainnya, identifikasi poin-poin penting implementasi I-DRL, dan target reviu ulang I-DRL.” [P2STPFRZR/Hermansyah/BHKK/SP].

imgkontenimgkonten


Komentar (0)


Tautan BAPETEN

mkananmenu_2020-12-03-221220.jpg
mkananmenu_2020-12-03-221250.jpg
mkananmenu_2021-04-19-125003.png
mkananmenu_2021-04-19-125235.png

Feedback

GPR Kominfo

Video

Tautan Internasional

Tautan LPNK