Banner BAPETEN
FGD Ke-2: Rangkaian Penetapan Tingkat Panduan Diagnostik Indonesia untuk Fluoroskopi Intervensional dan Kedokteran Nuklir Diagnostik
Kembali 24 Mei 2022 | Berita BAPETEN
small_thumb_2022-05-24-182518.png

Dalam rangka Penetapan Indonesian Diagnostic Reference Level (IDRL) untuk Fluoroskopi Intervensional dan Kedokteran Nuklir Diagnostik, pada hari ini, Selasa (24/05), Pusat Pengkajian Sistem dan Teknologi Pengawasan Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif (P2STPFRZR) – BAPETEN kembali menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) kedua. FGD ini dihadiri oleh perwakilan dari Perhimpunan Kedokteran Nuklir Indonesia (PKNI), Perhimpunan Dokter Spesialis Radiologi Klinik Indonesia (PDSRKI), Aliansi Fisikawan Medik Indonesia (AFISMI), Perhimpunan Radiografer Indonesia (PARI), PRTKMN - BRIN, Poltekkes Jakarta, Poltekkes Semarang, dan akademisi Universitas.

Acara dibuka oleh Kepala P2STPFRZR yang diwakili oleh Rusmanto. Dalam sambutannya, Rusmanto menyampaikan pesan dan harapan Kepala P2STPFRZR agar tahun ini penetapan tingkat panduan diagnostik (TPD) nasional untuk modalitas fluoroskopi dan kedokteran nuklir diagnostik dapat terwujud.

“Beliau juga menekankan bahwa nilai tingkat panduan ini nanti harus mampu untuk diimplementasikan dan mampu meningkatkan kontribusi data yang masuk ke aplikasi terpadu kita, yaitu Si-INTAN dan tingkat panduan diagnostik ini direviu kembali paling tidak 3 tahun sekali,” sambung Rusmanto.

Lebih lanjut, Rusmanto juga menyampaikan fokus diskusi hari ini merupakan tindak lanjut dari hasil FGD pertama, yaitu terkait masih beragamnya terminologi nama nomenklatur jenis-jenis pemeriksaan/prosedur tindakan pasien menggunakan modalitas radiologi intervensi serta pemeriksaan/prosedur pada kedokteran nuklir diagnostic. Melalui FGD ini diharapkan dapat menyepakati nama-nama jenis pemeriksaan/prosedur pada fluoroskopi dan kedokteran nuklir

imgkonten imgkonten

Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi “Pengantar Mengenai Tingkat Panduan Diagnostik dan Rencana Penetapan TPD” oleh Endang Kunarsih berdasarkan data yang ada di Si-INTAN, dan pemaparan utama terkait “Jenis Pemeriksaan/Prosedur” yang disampaikan oleh narasumber.

Presentasi selanjutnya terkait “Nomenklatur Pemeriksaan Pada Kedokteran Nuklir” oleh Prof. Hussein S. Kartamihardja, presentasi terkait “Jenis dan Deskripsi Pemeriksaan Pada Radiologi Intervensi” oleh dr. Samuel Tandionugroho, dan dilanjutkan sesi tanya jawab dan diskusi oleh seluruh peserta.

imgkonten imgkonten

Acara ditutup oleh Rusmanto yang menyampaikan kesimpulan dan harapannya agar nama-nama jenis pemeriksaan yang berbeda dapat diseragamkan, kemudian adanya kebutuhan sosialisasi oleh organisasi profesi terkait nomenklatur jenis pemeriksaan, dan masukan terhadap aplikasi Si-INTAN untuk terus dikembangkan agar mempermudah fasilitas dalam menggunakannya. [P2STPFRZR/Hermansyah/BHKK/IP]

imgkonten imgkonten


Komentar (0)


Tautan BAPETEN

mkananmenu_2020-12-03-221220.jpg
mkananmenu_2020-12-03-221250.jpg
mkananmenu_2021-04-19-125003.png
mkananmenu_2021-04-19-125235.png
mkananmenu_2021-08-25-114254.png
mkananmenu_2022-02-16-162808.png

Feedback

GPR Kominfo

Video

Tautan Internasional

Tautan LPNK