Layanan Publik

mkirimenu_2018-01-26-104911.gif
mkirimenu_2018-01-26-104958.png
mkirimenu_2018-01-26-105029.png

Bapeten Link

mkirimenu_2018-01-26-105102.png
mkirimenu_2018-01-26-105119.png
mkirimenu_2018-01-26-105136.png
mkirimenu_2018-01-26-105151.png
mkirimenu_2018-01-26-105207.png
mkirimenu_2018-11-15-104059.png

Peta Pemanfaatan Tenaga Nuklir

mkirimenu_2018-01-26-105624.png

Survei

mkirimenu_2018-01-26-105420.png
mkirimenu_2018-01-26-105524.jpg

Video

Inter-Regional Training Course on Safeguards and Security Aspects of Nuclear Material Accounting and Control of Facilities
Kembali
bdi_220814105830.jpg

(DI. Yogyakarta,BAPETEN) 

bdi_210814043202.jpgKetakutan tentang bahaya nuklir sesungguhnya tidak perlu lagi, sebab instalasi nuklir telah diawasi sangat ketat oleh badan pengawas di dalam negeri (BAPETEN) maupun lembaga internasional (IAEA). Bahkan KTT Keamanan Nuklir di Seoul yang dihadiri 53 negara menekankan Komunike Seoul yang mengatur kewajiban negara peserta untuk mencegah penguasaan nuklir oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, seperti teroris.

KTT juga mengamanatkan tiga hal penting: perlucutan senjata nuklir, penyebaran senjata nuklir, dan penggunaan bahan nuklir untuk tujuan damai. Untuk itu BAPETEN bekerjasama dengan IAEA mengadakan "Inter-Regional Training Course on Safeguards and Security Aspects of Nuclear Material Accounting and Control of Facilities".

imgkontenimgkonten

Acara dihadiri 47 peserta dari BAPETEN dan beberapa perwakilan dari negara Bangladesh, Iran, Irak, Korea, Malaysia, Mongolia, Myanmar, Pakistan, Philippina, Turkey, Arab Saudi, Vietnam, Amerika Serikat, Rusia, Inggris, IAEA dan Indonesia. Acara diselenggarakan pada tanggal 19-29 Agustus 2014. di Yogyakarta.

Acara dibuka oleh Direktur Divisi Keamanan Nuklir-IAEA Khammar Mrabit saat peresmian I-CoNSEP (Indonesia Center of Excellent for Nuclear Security and Emergency Preparedness).

Tujuan dari kursus adalah untuk memberikan pengetahuan dan pelatihan bagaimana membangun dan mempertahankan akuntansi bahan nuklir dan kontrol di fasilitas untuk kewajiban perlindungan internasional dan kebutuhan keamanan nuklir nasional.

Peserta merupakan pekerja di bidang nuklir. Program ini dimaksudkan terutama untuk individu yang diharapkan dapat bertanggung jawab terhadap pembentukan sistem fasilitas untuk akuntansi bahan nuklir dan pengendalian, termasuk keamanan fisik bahan nuklir.

Acara yang berlangsung selama 10 hari ini mempelajari perihal ketentuan laporan akuntansi bahan nuklir kepada IAEA, deteksi, penyelidikan dan penyelesaian penyimpangan dan perlindungan serta keamanan nuklir.

Sumber : Humas

Tautan Lembaga Pemerintah Non Kementrian

mbawahmenu_2018-01-26-112824.pngmbawahmenu_2018-01-26-112839.pngmbawahmenu_2018-01-26-112853.pngmbawahmenu_2018-01-26-112908.pngmbawahmenu_2018-01-26-112923.pngmbawahmenu_2019-02-25-144747.pngmbawahmenu_2018-01-26-113002.png