Banner BAPETEN
Bapeten Gandeng UGM Gelar Kajian Pengembangan Sistem Budaya Pengawasan
Kembali 12 November 2020 | Berita BAPETEN
small_thumb_2020-11-16-112332.png

Bapeten bekerja sama dengan Unit Pengembangan Kualitas Manusia (UPKM) UGM menyelenggarakan kegiatan Kajian Pengembangan Sistem Budaya Pengawasan di Yogyakarta pada Kamis (12/11) yang dihadiri oleh Kepala Bapeten secara virtual.

Acara dimulai dengan sambutan dari Kepala Pusat Pengkajian Sistem dan Teknologi Pengawasan Instalasi dan Bahan Nuklir (P2STPIBN) Yudi Pramono. Dalam sambutannya Yudi mengatakan kerjasama pengukuran indeks budaya pengawasan di tahun-tahun sebelumnya tidak ada temuan, baik dari segi penyalahgunaan anggaran maupun hasil yang telah diperoleh, sehingga diharapkan hal ini bisa mengungkit reformasi birokrasi.

imgkonten

Kepala Bapeten, Jazi Eko Istiyanto yang hadir secara virtual dalam kegiatan ini untuk memberikan arahan serta Kuliah Umum tentang Budaya Pengawasan BAPETEN. Kepala Bapeten sangat mendukung kerjasama antara Bapeten dengan perguruan tinggi seperti kerjasama yang telah dilakukan dengan P2STPIBN Bapeten dengan UGM sekarang ini.

Terkait dengan budaya pengawasan Kepala BAPETEN dalam paparannya, menjelaskan bahwa BAPETEN bertindak sebagai peran pakar, masyarakat dan otoritas. Lalu terkait independensi pengawasan yang dilakukan BAPETEN dilakukan dengan 3S yaitu safety, security dan safeguard.

imgkonten

Mengakhiri sambutannya Kepala Bapeten menekankan tentang pentingnya filosofi dalam pengawasan yaitu bagaimana agar pemanfaatan tenaga nuklir itu tetap aman.

Acara berikutnya adalah Pemaparan metode perhitungan pengukuran Indeks Budaya Pengawasan BAPETEN Tahun 2020 oleh Wahyu Jati Anggoro. Pada sesi ini Wahyu menguraikan “kita masih menggunakan alat ukur yang sudah ada, dengan tujuan untuk memetakan budaya pengawasan di BAPETEN tahun 2020. Dengan mengambil data primer dan dibandingkan dengan data 2 tahun sebelumnya yang telah berhasil mengalami peningkatan” katanya

imgkonten

Lebih lanjut disampaikan karena kondisi pandemik dilakukan dengan menggunakan GForm total internal 175 karyawan dan 67 eksternal non probability sampling tidak akan bisa dengan semua sampling, adapun analisis data menggunakan metode deskriptif.

Pemaparan selanjutnya tentang hasil pengukuran Indeks Budaya Pengawasan Bapeten tahun 2020 yang disampaikan oleh Sumaryono. Diungkapkan oleh Sumaryono bahwa “kami hanya memfasilitasi temuan nilai AMPUH dari Bapeten sendiri. Yang menarik adalah ada perkembangan trend, bahwa mandiri dan Harmoni memiliki nilai yang tinggi. Mandiri terkait dengan hadir yaitu safety awareness, dan ternyata eksternal itu melihat hal itu dan diamini. Menariknya we do naik dan bukan I do karena kalau I do maka akan individualis. Jika hal ini memang sudah menjadi nilai yang melekat: 1. internalisasi akan lebih mudah dan 2 bisa dimasukkan ke dalam renstra dan 3 bagaimana hal ini diikat menjadi sustainetukasnya.

imgkonten

Tentang Keseimbangan 3 peran budaya pengawasan, diungkapkan oleh Sumaryono bahwa sekarang ini di tahun 2020 peran yang tinggi ada di masyarakat. Konsistensi penerapan nilai budaya 2020 pada pengukuran internal BAPETEN juga terlihat pada pengukuran angket eksternal.

“Jika kita ingin menyandingkan dengan pengukuran survey kepuasan pelanggan, maka barangkali akan lebih mudah jika kita menggunakan beberapa metode untuk crosscheck dengan survey kepuasan pengguna” pungkasnya

Pemaparan berikutnya dari UPKM - UGM adalah tentang Rencana tindak lanjut dan implementasi Budaya Pengawasan BAPETEN Tahun 2020 oleh Indrayanti. Pada sesi ini Indrayanti menguraikan aksi-aksi yang akan dilakukan yang meliputi menetapkan identitas organisasi, mendorong komitmen kolektif, menjamin stabilitas system sosial, serta membentuk perilaku dengan membantu anggota memahami lingkungannya. Indrayanti menambahkan bahwa pemberian reward juga menjadi bagian dari implementasi budaya pengawasan.

imgkonten

Pada sesi penutupan yang berlangsung sore hari Yudi Pramono mengatakan bahwa dalam jangka pendek ini budaya AMPUH ini akan diformalkan dan pimpinan sudah sepakat untuk di perBa-kan. “Cara melihat komitmen akan diperBa-kan adalah dengan melihat penganggaran untuk pembuatan perBa pada tahun depan khusus penganggaran untuk Perba Budaya Pengawasan” kata Yudi di akhir sambutannya. (BHKK/Bams).

Tautan BAPETEN

mkananmenu_2020-12-03-221220.jpg
mkananmenu_2020-12-03-221250.jpg

Feedback

GPR Kominfo

Video

Tautan Internasional

Tautan LPNK