Banner BAPETEN
Konsultasi Publik Rancangan Peraturan Presiden Tentang Rencana Induk Ketenaganukliran
Kembali 03 Juni 2022 | Berita BAPETEN
small_thumb_2022-06-07-205602.png

Direktorat Pengaturan Pengawasan Instalasi dan Bahan Nuklir BAPETEN menggelar Konsultasi Publik mengenai Rancangan Peraturan Presiden tentang Rencana Induk Ketenaganukliran dengan mengundang pakar dan stakeholders terkait, pada Jumat (03/6/2022).

Hadir dalam kegiatan ini Deputi Pengkajian Keselamatan Nuklir Dahlia Cakrawati Sinaga, narasumber dari RSUP dr Sardjito, Yogyakarta dr. Hanif Ashari Sp. KN- TM (K), narasumber dari ORTN BRIN, Emy Mulyani, Ph.D, akademisi dari Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Ahmad Dahlan dan UPN Veteran Yogyakarta, perwakilan dari ORTN BRIN, BAPPEDA DIY, BPBD DIY, perwakilan RS Sardjito dan RS JIH.

Dalam sambutannya, Deputi Pengkajian Keselamatan Nuklir Dahlia Cakrawati Sinaga, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi dan memperoleh masukan dari masyarakat dan pemangku kepentingan mengenai Rancangan Peraturan Presiden tentang Rencana Induk Ketenaganukliran, yang memuat visi, misi, kebijakan, strategi dan prioritas utama, sasaran dan tahapan capaian, rencana strategis jangka menengah dan panjang.

Rencana Induk Ketenaganukliran bertujuan menjadi grand strategy yang mampu mendorong tumbuhnya industri ketenaganukliran dan industri berbasis ketenaganukliran di Indonesia yang selamat, aman, berkualitas, berdaya saing, ramah lingkungan hidup,dan berkelanjutan;

imgkonten

Koordinator Fungsi Pengaturan Instalasi Nuklir Nonreaktor, Farid N Jusufmengutarakan bahwa Rencana Induk Ketenaganukliran (RIK) memiliki visi Ketenaganukliran untuk Kesejahteraan, Ketahananan Energi dan Penguasaan Teknologi yang Selamat, Aman, dan Ramah terhadap Lingkungan Hidup.

Sementara RIK sendiri mempunyai beberapa lingkup antara lain penelitian dan pengembangan, pertambangan bahan galian nuklir, energi nuklir, pemanfaatan pada bidang kesehatan dan industri, produksi radioiasotop/radiofarmaka, pengelolaan limbah radioaktif dan bahan bakar nuklir bekas yang selalu harus sejalan dengan prinsip keselamatan, keamanan, garda-aman dan lingkungan hidup.

Dalam pemaparannya yang berjudul Pengembangan Kedokteran Nuklir untuk Mewujudkan Visi Indonesia 2045, dr. Hanif Ashari menyampaikan beberapa hal yaitu lingkup kedokteran nuklir dan rencana pengembangan pelayanan Kedokteran Nuklir di Indonesia. Lebih lanjut, Ashari mengatakan bahwa saat ini berkembang paradigma baru dalam dunia kedokteran, yaitu Theranostics, yakni saat diagnosis dan terapi bertarget spesifik digabungkan untuk mencapai pendekatan personalized medicine. Berdasarkan hal tersebut dan keterbatasan yang dimiliki Indonesia dalam segi sumber daya dan sumber daya manusia, maka diperlukan kebijakan pemerintahuntuk mendukung dan memfasilitasi pengembangan pelayanan kedokteran nuklir-teranostik moleluker.

imgkonten

Dalam pemaparan mengenai Program Akselerator di Badan Risetdan Inovasi Nasional, EmmyMulyani mengatakanbahwa BRIN berencana untuk mendirikan BRIN Accelerator Research Complex, yang bertujuanuntuk pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Lokasiyang direncanakan terletakdi Kawasan Nuklir Yogyakarta dan Kawasan Nuklir Serpong. Untuk jasa iradiasi dan produk litbang terapan diselenggarakan di Kawasan Nuklir Pasar Jumat, Jakarta.

Dalam diskusi tanya jawab, peserta menyampaikan harapan terhadap kebijakan energi nuklir untuk memenuhi kebutuhan listrik dan mendukung pengendalian iklim di masa mendatang. Sinkronisasi peta jalan transisi energi menuju net zero emission perlu dilakukan dengan koordinasi antara kementerian/lembaga serta dukungan pemangku kepentingan dan pelaku usaha.

Direktur Pengaturan Pengawasan Instalasi Nuklir Haendra Subekti, dalam penutupan menyampaikan bahwa BAPETEN akan mempertimbangkan semua masukan dari pakar dan pemangku kepentingan untuk dituangkan dalam rancangan Peraturan Presiden tentang Rencana induk ketenaganukliran. (DPIIBN/Anri/Manda/BHKK/Bams).


Komentar (0)


Tautan BAPETEN

mkananmenu_2020-12-03-221220.jpg
mkananmenu_2020-12-03-221250.jpg
mkananmenu_2021-04-19-125003.png
mkananmenu_2021-04-19-125235.png
mkananmenu_2021-08-25-114254.png
mkananmenu_2022-02-16-162808.png

Feedback

GPR Kominfo

Video

Tautan Internasional

Tautan LPNK