Layanan Publik

mkirimenu_2018-01-26-104911.gif
mkirimenu_2018-01-26-104958.png
mkirimenu_2018-01-26-105029.png

Bapeten Link

mkirimenu_2018-01-26-105102.png
mkirimenu_2018-01-26-105119.png
mkirimenu_2018-01-26-105136.png
mkirimenu_2018-01-26-105151.png
mkirimenu_2018-01-26-105207.png
mkirimenu_2018-11-15-104059.png

Peta Pemanfaatan Tenaga Nuklir

mkirimenu_2018-01-26-105624.png

Survei

mkirimenu_2018-01-26-105420.png
mkirimenu_2018-01-26-105524.jpg

Video

Kunjungan Kerja Dirjen IAEA H.E. Yukiya Amano di Indonesia
Kembali
bdi_260115093633.jpg

(Depok,BAPETEN) 

bdi_260115093026.jpgIndonesia ketinggalan di bidang energi nuklir. Pro-kontra penggunaannya menjadi wacana yang terus-menerus berlangsung. Sosialisasi pemanfaatan nuklir untuk kesejahteraan, tak letih-letihnya dilaksanakan. Penjelasan tentang ketatnya pengamanan, pengawasan dan kelengkapan perundang-undangan cukup menjadi acuan untuk memasyarakatkan budaya keselamatan nuklir. Belum lagi penjelasan teknis, bagaimana instalasi nuklir dibangun, sehingga keamanan menjadi totalitas dan harga mati. Belum ada instalasi didesain demikian hati-hati dan cermat sebagaimana reaktor nuklir.

Utamakan keselamatan menjadi filosofi yang tidak bisa ditawar lagi, baik di Indonesia maupun internasional. Untuk itu, Direktur Jenderal IAEA H.E. Yukiya Amano melakukan kunjungan kerja ke Indonesia dalam upaya lebih meyakinkan masyarakat (dunia) bahwa nuklir diawasi penggunaannya semata-mata untuk kedamaian dan kesejahteraan umat manusia.

imgkontenimgkonten

Kunjungan kerja selama 2 hari mulai tanggal 22-23 Januari 2015 itu diawali dengan Coutesy Call ke berbagai instasi Pemerintah, antara lain BAPETEN, BATAN, Ristekdikti, Bappenas, dan DPR. Dan hari ke-2 Prof. Yukiya Amano, yang berlatar belakang hukum internasional itu berkesempatan memberikan kuliah umum di Universitas Indonesia (UI), Depok.

Dalam kuliahnya Yukiya menyampaikan bahwa penggunaan teknologi nuklir telah membantu untuk mengidentifikasi berbagai macam penyakit, di antaranya yang menjadi prioritas adalah kanker.

"IAEA pun mengirimkan para ahli ke Indonesia untuk memberikan bantuan pelatihan dalam hal medis mengenai penanganan kanker melalui radioterapi", lanjutnya.

imgkontenimgkonten

Kuliah selama 1 jam itu dihadiri oleh Mahasiswa UI, Kepala BAPETEN Prof. Jazi Eko Istiyanto, Kepala BATAN, Rektor UI dan stakeholder terkait dan sejumlah media cetak dan elektronik.

Acara dilanjutkan dengan kunjungan ke Lab Fakultas Mipa UI yang sebagian merupakan bantuan dari IAEA, dan kunjungan ke Fasilitas di BATAN.

imgkontenimgkonten

Sumber : Humas

Tautan Lembaga Pemerintah Non Kementrian

mbawahmenu_2018-01-26-112824.pngmbawahmenu_2018-01-26-112839.pngmbawahmenu_2018-01-26-112853.pngmbawahmenu_2018-01-26-112908.pngmbawahmenu_2018-01-26-112923.pngmbawahmenu_2019-02-25-144747.pngmbawahmenu_2018-01-26-113002.png