Layanan Publik

mkirimenu_2018-01-26-104911.gif
mkirimenu_2018-01-26-104958.png
mkirimenu_2018-01-26-105029.png

Bapeten Link

mkirimenu_2018-01-26-105102.png
mkirimenu_2018-01-26-105119.png
mkirimenu_2018-01-26-105136.png
mkirimenu_2018-01-26-105151.png
mkirimenu_2018-01-26-105207.png
mkirimenu_2018-11-15-104059.png

Peta Pemanfaatan Tenaga Nuklir

mkirimenu_2018-01-26-105624.png

Survei

mkirimenu_2018-01-26-105420.png
mkirimenu_2018-01-26-105524.jpg

Video

Pelaksanaan Video Conference BAPETEN-IAEA
Kembali
bdi_030315112642.jpg

(Jakarta,BAPETEN) 

bdi_030315111633.jpgTerkait dengan pengembangan program Indonesia Center of Excellent for Nuclear Security and Emergency (I-CoNSEP), maka telah dilakukan Video Conference (VC) antara BAPETEN dengan Incident and Emergency Center (IEC) IAEA pada hari Senin, 2 Maret 2015. Pihak IEC-IAEA diwakili oleh Jeff La Fortune, Rodrigo Salinas dan Marina. Sedangkan dari BAPETEN dihadiri oleh Direktur Keteknikan dan Kesiapsiagaan Nuklir Suharyanta, Kepala Biro Perencanaan Yusri Heni Nurwidi Astuti, Kepala Subdirektorat Kesiapsiagaan Nuklir Abdul Qohhar Teguh Eko Prasetyo dan Kepala Bagian Kerja Sama Taruniyati Handayani.

Beberapa agenda penting yang dikomunikasikan melalui VC ini mencakup rencana pelaksanaan pengiriman Cost Free Expert (CFE) dari BAPETEN ke IAEA. Persiapan pelaksanaan Emergency Preparedness Review (E-PREV) Mission serta pembahasan Capacity Building Center (CBC) BAPETEN yang akan dipromosikan di dunia internasional.

Dalam rangka pengembangan program I-CoNSEP pada Tahun 2015 ini BAPETEN akan mengirimkan 2 orang pegawai melalui program CFE IAEA. Program yang dibiayai oleh anggaran program prioritas BAPETEN ini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan dan pengalaman internasional pegawai BAPETEN dalam pengembangan Keamanan Nuklir di Division of Nuclear Security (DNS) dan pengembangan kesiapsiagaan nuklir di IEC.

imgkonten

IAEA telah memberikan beberapa pilihan pembiayaan berdasarkan kemampuan finansial yang dimiliki oleh BAPETEN yang akan dibayarkan ke IAEA melalui CFE Contribution. Program ini diharapkan sudah dapat dimulai pada bulan April 2015 mininal selama 10 bulan dan maksimal 1 tahun.

Pembahasan mengenai kegiatan E-PREV Mission 2015 terkait dengan pendanaan yang akan tersedia. BAPETEN akan mengecek apakah pendanaan untuk E-PREV ini sudah dimasukkan Technical Cooperation (TC) Project tahun anggaran 2015. BAPETEN akan mengirim hasil self assessment E-PREV yang telah diisi Tahun 2014, namun pihak IAEA akan mengirim questioner self assessment terbaru yang akan selesai bulan April 2015. BAPETEN diharapkan bisa memperbaharui self assessment dan memperjelas pendanaan E-PREV dari tahun anggaran ini.

Indonesia merupakan Negara pertama di kawasan Asean yang diajak diskusi tentang CBC for Emergency Preparedness. BAPETEN diharapkan mampu mengidentifikasi CBC yang akan menjadi pusat pengembangan bertaraf internasional yang memiliki kekhasan sebagaimana yang telah dirancang dalam I-CoNSEP. IAEA akan mendorong Indonesia untuk mampu membangun dan mengembangkan CBC khusus yang mengkombinasikan keamanan nuklir dan kesiapsiagaan nuklir, yang dapat diunggulkan di regional maupun internasional. Pihak IAEA dalam hal ini IEC akan bekerjasama dengan DNS untuk mempersiapkan program CBC Indonesia.

imgkontenimgkonten

Sumber : BP

Tautan Lembaga Pemerintah Non Kementrian

mbawahmenu_2018-01-26-112824.pngmbawahmenu_2018-01-26-112839.pngmbawahmenu_2018-01-26-112853.pngmbawahmenu_2018-01-26-112908.pngmbawahmenu_2018-01-26-112923.pngmbawahmenu_2019-02-25-144747.pngmbawahmenu_2018-01-26-113002.png