Banner BAPETEN
Pembinaan Teknis Pengenalan Radiasi dan Penanggulangan Kedaruratan Nuklir/Radiologi untuk First Responder Brimob Polda Jambi
Kembali
Jambi_13-234x300.jpg

Makin maraknya potensi ancaman penggunaan bahan nuklir atau radioaktif untuk tindak kejahatan atau terorisme, Direktorat Keteknikan dan Kesiapsiagaan Nuklir (DKKN) mengadakan pembinaan teknis Pengenalan Radiasi dan Penanggulangan Kedaruratan Nuklir/Radiologi untuk First Responder (FR) Gegana Brimob Polda Jambi, 14 – 15 Februari 2018.

Pelatihan dibuka oleh Direktur KKN Dedik Eko Sumargo, didampingi Wakasat Brimob Polda Jambi Pria Premos, S.I.K. Melalui arahannya Dedik menyampaikan pelatihan ini adalah misi nasional BAPETEN untuk meningkatkan profesionalisme Polri dalam menangani kecelakaan yang melibatkan bahan nuklir atau zat radioaktif. Maka dari itu pengenalan tentang nuklir/radiologi, sambung Dedik, menjadi penting untuk melakukan tugas tersebut tanpa mengorbankan diri, orang lain dan lingkungan.

imgkonten imgkonten

Pembinaan teknis ini merupakan pelaksanaan UU No. 10 Tahun 2017 tentang Ketenaganukliran dan sebagai rangkaian kegiatan penjabaran fungsi Capacity Building dalam I-CoNSEP (Indonesia Center of Excellence Nuclear Security and Emergency Preparedness). Pelatihan tahun 2016 sebelumnya telah dilaksanakan di beberapa Polda seperti di Kepulauan Riau, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DI Yogyakarta. Sedangkan tahun 2017 dilaksanakan di Polda Kalimantan Timur, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Banten, serta Detasemen E KBR Brimob Kelapa Dua Mabes POLRI.

imgkonten imgkonten

Sebelumnya juga telah dilaksanakan Workshop Nasional Penanganan Ancaman Kimia Biologi Radiasi (KBR) yang melibatkan Komandan Detasemen KBR dari seluruh Indonesia pada 26-27 April 2017 di Serpong, Banten, serta Workshop Nasional Pengembangan Kemampuan Forensik Nuklir untuk Puslabfor dan Labforcab seluruh Indonesia 6 – 7 September 2017 di Malang, Jawa Timur.

imgkonten imgkonten

Premos dalam sambutannya mengapresiasi atas prakarsa BAPETEN dalam melakukan pelatihan semacam ini. Premos menjelaskan meskipun kejadian yang melibatkan nuklir/radiologi di Jambi belum ada, namun informasi ancaman tersebut tersebar melalui internet serta dampak dari kejadian tersebut sangat luar biasa. "Aktifitas kejahatan termasuk tindak kejahatan terorisme cenderung menggunakan metode-metode baru. Kita harus menjalin kerja sama yang baik dengan seluruh stakeholder agar terciptanya lingkungan harmonis yang pada akhirnya menumbuhkan partispasi dan dukungan dari berbagai pihak sehingga keberhasilan dalam pelaksanaan tugas dapat diraih dengan baik," ujarnya.

imgkonten imgkonten

Pembinaan teknis diikuti 32 orang anggota KBR Gegana Brimob Polda Jambi melalui penyampaian materi dari tim pengajar BAPETEN yang meliputi pemanfaatan radiasi, dasar proteksi radiasi, pengenalan alat ukur radiasi, alat pelindung diri, serta dasar penanggulangan kedaruratan radiologi. Pada hari kedua peserta akan melakukan praktek, meliputi proteksi radiasi, penggunaan alat pelindung diri, penggunaan alat ukur, pencarian sumber radiasi dan diskusi dalam hal penanganan bom kotor.

imgkonten imgkonten imgkonten

Premos yang menutup pelatihan ini tidak lupa mengharapkan agar pengetahuan dan kemampuan yang diperoleh selama pelatihan ini, dapat bermanfaat bagi personel Gegana khususnya dan Brimob Polda Jambi pada umumnya dalam melaksanakan tugas kedinasan.(dkkn/fai)

imgkonten imgkonten

Tautan BAPETEN

mkananmenu_2020-12-03-221220.jpg
mkananmenu_2020-12-03-221250.jpg

Feedback

GPR Kominfo

Video

Tautan Internasional

Tautan LPNK