Layanan Publik

mkirimenu_2018-01-26-104911.gif
mkirimenu_2018-01-26-104958.png
mkirimenu_2018-01-26-105029.png

Bapeten Link

mkirimenu_2018-01-26-105102.png
mkirimenu_2018-01-26-105151.png
mkirimenu_2018-01-26-105207.png
mkirimenu_2018-11-15-104059.png

Survei

mkirimenu_2018-01-26-105420.png
mkirimenu_2018-01-26-105524.jpg

Video

Penilaian Safety Performance Indicator di Instalasi Nuklir Non Reaktor (INNR)di seluruh Indonesia.
Kembali 20 Oktober 2020 | Berita BAPETEN
small_thumb_2020-10-21-082118.jpg

Deputi Pengkajian Keselamatan Nuklir BAPETEN Dahlia C. Sinaga memberikan sambutan pada acara pembukaan Penilaian Safety Performance Indicator (SPI) di Instalasi Nuklir Non Reaktor (INNR)di seluruh Indonesia, yang dilaksanakan di Kawasan BSD Serpong Tangerang, pada Selasa (20/10).

Pada kegiatan yang bersamaan pelaksanaannya dengan Sosialisasi Survey Budaya Pengawasan ini Dahlia menyatakan bahwa INNR memiliki risiko lebih rendah dan tidak memiliki dokumen spesifik dari IAEA dalam mengukur SPI, sehingga pengukuran INNR dilakukan dengan dokumen yang dimiliki oleh fasilitas INNR. “ INNR berisiko lebih rendah akan tetapi memiliki variasi yang banyak dan jika kita berbicara mengenai indikator maka harus ada parameter-parameter yang diukur dan tahun demi tahun seharusnya meningkat” ujarnya

imgkonten

Ditambahkan oleh Dahlia bahwa yang tidak kalah penting SPI ini bisa dibandingkan dengan hasil inspeksi dari BAPETEN untuk melihat sejauh mana kesenjangan indikator kinerja yang dilakukan oleh internal INNR dengan indikator kinerja yang dilakukan oleh inspeksi guna keperluan evaluasi INNR kedepannya.

Sementara itu dalam presentasinya, Agus Yudhi P. yang menjadi Koordinator dalam kegiatan ini mengatakan bahwa SPI adalah alat untuk mengukur kinerja diri dan penilaian SPI saat ini merupakan kegiatan tahun ke-4 dalam pelaksanaannya. “SPI merupakan alat untuk mengukur kinerja diri yang berhubungan dengan keselamatan, pencegahan terjadinya suatu kejadian, kesiapsiagaan dan respons yang berhubungan dengan aspek keselamatan” katanya.

imgkonten

Adapun manfaat dari SPI ini adalah memberikan peringatan dini (early warningsystem) terhadap kondisi keselamatan Instalasi, meningkatkan efektivitas pengelolaan data operasional, sebagai input untuk proses secara keseluruhan, mengidentifikasi tren kelemahan dan penyebab kegagalan sistem dan sebagai umpan balik keselamatan operasional untuk melakukan perbaikan atau peningkatan keselamatan instalasi.

imgkonten

Acara kemudian dilanjutkan dengan presentasi dari masing-masing PIC SPI di INNR (IEBE, PTRR, IPEBRR, IRM, dan KHIPSB3) untuk mempresentasikan SPI yang didalamnya terdapat overall indicator yaitu keselamatan operasi, keselamatan radiasi pekerja, keselamatan radiasi lingkungan, kesiapsiagaan nuklir, manajemen mutu, dan proteksi fisik. (P2STPIBN/Zulfiandri/BHKK/Bams)

Tautan Lembaga Pemerintah Non Kementrian

mbawahmenu_2018-01-26-112824.pngmbawahmenu_2018-01-26-112839.pngmbawahmenu_2018-01-26-112853.pngmbawahmenu_2018-01-26-112908.pngmbawahmenu_2018-01-26-112923.pngmbawahmenu_2019-02-25-144747.pngmbawahmenu_2018-01-26-113002.png