Banner BAPETEN
Peningkatan Kapasitas First Line Officer, BAPETEN Gelar Bimbingan Teknis Kesiapsiagaan Nuklir/Radiasi Pada Satuan Pengamanan Kawasan Puspiptek Serpong
Kembali
small_thumb_2018-10-31-095902.jpg

Guna meningkatkan kapasitas dan kemampuan personil First Line Officer (FLO) dalam mendeteksi dan melakukan tahap awal pengamanan penanggulangan kesiapsiagaan nuklir/radiasi, Direktorat Keteknikan dan Kesiapsiagaan Nuklir (DKKN) menggelar bimbingan teknis terhadap personil Satuan Pengamanan Kawasan Puspiptek Serpong. Bimbingan teknis pengenalan radiasi dan penanggulangan kedaruratan nuklir yang diselenggarakan selama dua hari pada Selasa-Rabu ini (23-24/10) adalah penerapan peningkatan capacity building yang merupakan salah satu rangkaian pilar dari I-CoNSEP.

imgkonten

Berlokasi di Hotel Santika BSD City Serpong, kegiatan bimbingan teknis kesiapsiagaan nuklir ini dibuka oleh Direktur Keteknikan dan Kesiapsiagaan Nuklir (DKKN) BAPETEN, Dedik Eko Sumargo, didampingi oleh Kepala Subdirektorat Kesiapsiagaan Nuklir, Toto Heryanto, serta turut hadir ini Kepala Bidang Keamanan dan Keselamatan Puspiptek Joko Raharjo. Dalam sambutannya, Joko menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan bilamana terjadi suatu bencana terkait kedaruratan nuklir/radiasi di Kawasan Puspiptek yang tentunya tidak kita harapkan, Satuan Pengamanan Kawasan Puspiptek telah siap dan dapat melakukan penanggulangan yang diperlukan, selain itu diharapkan selama pelatihan berlangsung seluruh peserta memperhatikan arahan dan materi yang disampaikan dengan sebaik-baiknya agar kedepan dapat diterapkan di satuan gugus tugas masing-masing.

imgkonten imgkonten

imgkonten imgkonten

Dedik Eko Sumargo dalam arahannya menyampaikan bahwa selain sebagai ajang silaturrohim, tujuan bimbingan teknis ini dapat bermanfaat dalam konteks untuk menjaga keselamatan diri sendiri dalam melaksanakan tugas dan memberikan kemanfaatan dalam menjaga keselamatan dan keamanan Kawasan Puspiptek dan pada akhirnya dapat memberikan rasa aman dan selamat kepada semua yang ada di area tempat kerja masing-masing. Bimbingan teknis kesiapsiagaan nuklir ini menjadi penting karena kawasan Puspiptek memiliki ancaman yang berbeda/unik yang tidak ditemukan pada kawasan atau tempat lain, sehingga personil keamanannya perlu mendapatkan pembekalan secukupnya dalam arti sesuai dengan tanggung jawab dan tingkat ancaman yang dihadapi dalam melaksanakan penanggulangan kedaruratan nuklir/radiasi serta SOP yang mampu terap dan dukungan peralatan yang memadai.

imgkonten imgkonten


Diikuti oleh 25 personil Satuan Pengamanan Kawasan Puspiptek Bidang Keamanan dan Keselamatan baik dari manajemen, analis, Daton, Dandru, Dantim, serta sarana teknik dan penunjang Balai Kesehatan Puspiptek, kegiatan bimbingan teknis ini diselenggarakan melalui penyampaian materi dari tim instruktur BAPETEN yang meliputi dasar-dasar pengawasan tenaga nuklir, pengenalan radiasi, efek biologi dan proteksi radiasi, pengenalan alat ukur radiasi (AUR) dan perhitungan dosis praktis dalam kontrol eksposur, pengenalan alat pelindung diri, serta dasar penanggulangan kedaruratan nuklir/radiasi yang diproyeksikan untuk kepentingan deteksi dan penanganan tahap awal bila terjadi kedaruratan nuklir/radiasi. Selain itu, bimbingan teknis dilakukan melalui praktikum menggunakan peralatan dan AUR dalam penerapan dasar-dasar proteksi radiasi dari prinsip waktu, jarak dan perisai, serta simulasi penanggulangan kedaruratan nuklir/radiasi yang dikaitkan untuk deteksi dan monitoring pada akses keluar masuk kawasan terhadap potensi keberadaan zat radioaktif.

imgkonten imgkonten

Kegiatan bimbingan teknis kesiapsiagaan nuklir ditutup pada Rabu (24/10) oleh Kepala Subdirektorat Keteknikan - DKKN, Zulkarnain didampingin oleh Kepala Bidang Keamanan dan Keselamatan Kawasan Puspiptek, Joko Raharjo. Dalam sambutannya, Zulkarnain menyampaikan bahwa bimbingan teknis kesiapsiagaan nuklir ini diharapkan dapat menjadi modal bagi Satuan Keamanan Kawasan Puspiptek untuk lebih meningkatkan kemampuan personil dalam pelaksanaan penanggulangan kedaruratan nuklir/radiasi khususnya dalam mendeteksi pengukuran dan monitoring akses di kawasan terhadap potensi adanya zat radioaktif serta mendukung personil untuk melaksanakan tugas sesuai tanggung jawab yang diemban dalam menjaga keamanan dan keselamatan di Kawasan Puspiptek Serpong (dkkn/aa/bho/bsb).

imgkonten


Tautan BAPETEN

mkananmenu_2020-12-03-221220.jpg
mkananmenu_2020-12-03-221250.jpg

Feedback

GPR Kominfo

Video

Tautan Internasional

Tautan LPNK