Layanan Publik

mkirimenu_2018-01-26-104911.gif
mkirimenu_2018-01-26-104958.png
mkirimenu_2018-01-26-105029.png

Bapeten Link

mkirimenu_2018-01-26-105102.png
mkirimenu_2018-01-26-105151.png
mkirimenu_2018-01-26-105207.png
mkirimenu_2018-11-15-104059.png

Survei

mkirimenu_2018-01-26-105420.png
mkirimenu_2018-01-26-105524.jpg

Video

Penjelasan BAPETEN dan BATAN Pada RDP Komisi VII DPR RI tentang Paparan Radioaktif di Perumahan Batan Indah
Kembali 21 Februari 2020 | Berita BAPETEN
small_thumb_2020-02-21-152516.jpg

Kepala BAPETEN Jazi Eko Istiyanto dan Kepala BATAN Anhar Riza Antariksawan hadir dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII DPR RI pada Kamis (20/2), di Gedung Nusantara DPR RI Senayan Jakarta, untuk memberikan penjelasan terkait temuan paparan tinggi radioaktif di Perumahan Batan Indah Serpong Tangerang.

Jazi hadir besama Deputi Bidang Perijinan dan Inspeksi Khoirul Huda, Deputi Pengkajian Keselamatan Nuklir Yus Rusdian Akhmad, Sekretaris Utama Hendriyanto Hadi Tjahyono serta beberapa pejabat terkait. Sementara dari Komisi VII DPR lengkap dihadiri perwakilan dari tujuh fraksi dan dipimpin oleh Ketua Komisi VII Sugeng Suparwoto.

Sugeng Suparwoto menyampaikan “adanya temuan radioaktif tinggi sudah menjadi isu yang hangat akhir-akhir ini dan menjadi kekhawatiran kita bersama, karena itu Komisi VII DPR RI inging meminta penjelasan dari BATAN dan BAPETEN kronologis ditemukannya paparan radiasi tersebut dan dari mana asal muasal bahan radiasi tersebut bisa ada di perumahan Batan Indah” katanya

imgkonten

Disampaikan oleh Jazi bahwa awal mula ditemukannya paparan tinggi radiasi di perumahan Serpong adalah ketika staf BAPETEN melakukan uji fungsi alat pemantau radioaktivitas lingkungan (MONA) dengan target area meliputi wilayah Pamulang, Perumahan Dinas Puspiptek, Daerah Muncul dan Kampus ITI, Perumahan Batan Indah, dan Stasiun KA Serpong pada tanggal 30-31 Januari 2020. Secara umum nilai paparan radiasi lingkungan pada daerah pemantauan menunjukkan nilai normal (paparan latar), namun pada saat dilakukan pemantauan di lingkungan Perumahan Batan Indah, ditemukan kenaikan nilai paparan radiasi di lingkungan area tanah kosong di samping lapangan voli.

BAPETEN telah melakukan koordinasi dengan menginformasikan hasil pengecekan ke ketua RT setempat dan juga dengan BATAN. Hasil analisa di laboratorium dan juga hasil pengukuran laju paparan, bahan radioaktif tersebut adalah Cs-137 yang tidak diproduksi di Indonesia.

imgkonten

Maka dibentuklah tim gabungan BAPETEN dan BATAN untuk melakukan dekontaminasi/clean up dan pencarian sumber yang diduga menjadi penyebab kenaikan laju paparan. Demikian gambaran kronologis yang disampaikan Jazi saat RDP tersebut.

Kepala BATAN Anhar menjelaskan bahwa paparan radiasi yang ramai diperbincangkan di media bukan berasal dari reaktor nuklir yang ada di Puspiptek Serpong, juga bukanlah berasal dari tempat penyimpanan limbah radioaktif yang ada di BATAN. Belum diketahui dari mana asalnya Cs-137 bisa ada di tempat tersebut dan pihak kepolisian kini sedang menyelidikinya.

imgkonten

Jalannya RDP berlangsung ramai, banyak pertanyaan dari anggota Komisi VII DPR yang “mencecar” Kepala BAPETEN dan Kepala BATAN anmaun dapt dijawab dengan baik oleh kedua Pimpinan Lembaga tersebut.

RDP kali menghasilkan beberapa keputusan, meliputi: Komisi VII mendesak Kepala BAPETEN mempercepat investigasi sumber paparan limbah radioaktif yang ada di perumahan Batan Indah. Komisi VII mendesak Kepala BAPETEN dan Kepala BATAN agar mempercepat proses dekontaminasi/clean up dan WBC serta memastikan keamanan masyarakat dan lingkungan. Komisi VII mendesak Kepala BAPETEN untuk meningkatkan pengawasan tenaga nuklir di Indonesia dan dampaknya baik yang berizin maupun yang tidak berizin secara periodik dan sistemik.

imgkonten

Tekait penggunaan alat deteksi radiasi, Komisi VII Meminta Kepala BAPETEN untuk mewajibkan setiap industri pemegang izin pemanfaatan nuklir untuk memiliki alat deteksi radiasi serta mengembangkan sistem monitoring yang menggunakan teknologi informasi yang terkeneksi langsung dengan BAPETEN.

Sebagai tindak lanjut dari RDP ini, Komisi VII meminta Kepala BAPETEN untuk menyampaikan data tertulis mengenai instansi (industri, RS, lembaga penelitian) pemegang izin tenaga nuklir, jenis bahan radioaktif yang digunakan, pemasok asal bahan radioaktif serta distribusi limbah radioaktif di seluruh Indoensia.

imgkonten

Untuk menunjang efektivitas pelaksananaan tugas serta tangungjawab bagi BAPETEN dan BATAN, Komisi VII mendukung kenaikan anggaran BAPETEN dan BATAN di tahun 2021.[bhkk/bsb].

Tautan Lembaga Pemerintah Non Kementrian

mbawahmenu_2018-01-26-112824.pngmbawahmenu_2018-01-26-112839.pngmbawahmenu_2018-01-26-112853.pngmbawahmenu_2018-01-26-112908.pngmbawahmenu_2018-01-26-112923.pngmbawahmenu_2019-02-25-144747.pngmbawahmenu_2018-01-26-113002.png