Layanan Publik

mkirimenu_2018-01-26-104911.gif
mkirimenu_2018-01-26-104958.png
mkirimenu_2018-01-26-105029.png

Bapeten Link

mkirimenu_2018-01-26-105102.png
mkirimenu_2018-01-26-105119.png
mkirimenu_2018-01-26-105136.png
mkirimenu_2018-01-26-105151.png
mkirimenu_2018-01-26-105207.png
mkirimenu_2018-11-15-104059.png

Peta Pemanfaatan Tenaga Nuklir

mkirimenu_2018-01-26-105624.png

Survei

mkirimenu_2018-01-26-105420.png
mkirimenu_2018-01-26-105524.jpg

Video

Penutupan Kegiatan Workshop on Phenomena Identification and Ranking Table (PIRT) to Facilitate Regulatory Review and Assessment of HTGRs.
Kembali 28 Juni 2019 | Berita BAPETEN
small_thumb_2019-06-28-111431.jpg

Workshop on Phenomena Identification and Ranking Table (PIRT) to Facilitate Regulatory Review and Assessment of HTGRs yang telah berlangsung mulai 24 s.d 27 Juni 2019, telah ditutup secara resmi oleh Kepala Pusat Pengkajian Sistem dan Teknologi Pengawasan Instalasi dan Bahan Nuklir (P2STPIBN) BAPETEN, Judi Pramono, Kamis (27/6).

Workshop yang merupakan kerja sama antara BAPETEN dengan IAEA ini menghadirkan 4 orang pakar dari IAEA yaitu Frederik Reitsma, Karl Verfondern, Steven Short dan Zheng Yanhua. Para pakar ini telah memberikan pengetahuan baru dan pengalamannya kepada peserta, baik dari BAPETEN maupun BATAN, khususnya terkait pemanfaatan PIRT untuk tujuan reviu dan kajian terhadap keselamatan instalasi nuklir dengan metode PIRT.

imgkonten imgkonten

Peserta workshop antusias mengikuti kegiatan ini dan akan berusaha menerapkan PIRT di tempat kerjanya, walaupun bidang kegiatannya tidak terkait dengan reaktor ataupun tidak sedang mengkaji dan mendalami sistem reaktor HTGR. Tetapi prinsip-prnsip yang ada di PIRT dapat diterapkan juga di bidang pekerjaan yang lain. Demikian kurang lebih feedback peserta ketika masing-masing dimintakan pendapatnya tentang workshop ini

Para pakar IAEA merasa senang bahwa ilmu yang telah disampaikan dapat diterima dengan baik, walaupun mungkin tidak semuanya bisa terserap, karena keterbatasan waktu, latar belakang peserta dan lain-lain.

Seperti yang disampaikan oleh salah satu pakar IAEA dari Jerman Karl Verfondern. Ia merasa senang bahwa semua peserta telah mengetahui lebih banyak tentang teknologi PIRT melalui workshop ini, untuk melakukan metodologi PIRT ia berpersan “anda harus mengetahui struktur sistem dan komponen HTGR, cara kerja SSK nya bagaimana, baru kemudian melakukan PIRT” ujarnya.

imgkonten imgkonten

Saat memberi sambutan pada sesi penutupan, pakar IAEA yang bertindak selaku leader, Frederik Reitma menyampaikan bahwa bagi seorang pegawai badan pengawas (pegawai teknis terkait), harus mengerti desain reaktor, bagaimana kerja komponennya, mengerti persyaratannya dan bagaimana batas-batas desainnya.

Lebih lanjut ia mengatakan Workshop ini dilakukan dengan metode learning by doing agar mudah dipahami dan peserta bisa terlibat langsung di dalamnya, “dengan learning by doing, para peserta yang belajar PIRT tidak akan mudah untuk lupa” tukas Frederik. Ia juga menuturkan bahwa IAEA sangat berterima kasih dengan workshop ini karena pesertanya aktif dalam diskusi dan terlibat aktif dalam latihan dan penugasan.

imgkonten imgkonten

Di akhir workshop, Kepala P2STPIBN, Judi Pramono, mengungkapkan bahwa PIRT ini sangat berguna terutama untuk kegiatan evaluasi bagi para evaluator perizinan dalam menentukan peringkat evaluasi dan mengambil keputusan.

Judi berterima kasih kepada para pakar IAEA yang telah mau berbagi ilmu dengan peserta serta telah menggambarkan bagaimana karekteristik source term. Judi juga berterima kasih kepada para peserta karena telah aktif dalam workshop ini dan telah melakukan tugas yang diberikan dengan baik.

imgkonten imgkonten

Workshop diakhiri dengan pemberian plakat dari BAPETEN kepada para pakar dari IAEA (bhkkp/bams)

Tautan Lembaga Pemerintah Non Kementrian

mbawahmenu_2018-01-26-112824.pngmbawahmenu_2018-01-26-112839.pngmbawahmenu_2018-01-26-112853.pngmbawahmenu_2018-01-26-112908.pngmbawahmenu_2018-01-26-112923.pngmbawahmenu_2019-02-25-144747.pngmbawahmenu_2018-01-26-113002.png