Layanan Publik

mkirimenu_2018-01-26-104911.gif
mkirimenu_2018-01-26-104958.png
mkirimenu_2018-01-26-105029.png

Bapeten Link

mkirimenu_2018-01-26-105102.png
mkirimenu_2018-01-26-105119.png
mkirimenu_2018-01-26-105136.png
mkirimenu_2018-01-26-105151.png
mkirimenu_2018-01-26-105207.png
mkirimenu_2018-11-15-104059.png

Peta Pemanfaatan Tenaga Nuklir

mkirimenu_2018-01-26-105624.png

Survei

mkirimenu_2018-01-26-105420.png
mkirimenu_2018-01-26-105524.jpg

Video

Peringatan 10 Tahun Asia Pasific Safeguards Network
Kembali 28 Agustus 2019 | Berita BAPETEN
small_thumb_2019-08-28-231510.jpg

Asia Pasific Safeguard Network (APSN) merupakan jejaring profesional yang dibentuk pada 1 Oktober 2009, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas, efektivitas dan efisiensi pelaksanaan safeguards di Asia Pasifik. Jumlah anggota APSN terdiri dari 16 negara yaitu 14 negara di Asia Pasifik, Amerika Serikat dan Kanada, serta 5 (lima) pengamat dari International Atomic Energy Agency (IAEA), Uni Eropa, Brunei Darussalam, Laos dan Verification Research , Training and Information Centre (VERTIC).

imgkonten

Bertempat di Bali pada tanggal 28 - 29 Agustus 2019, rangkaian peringatan 10 tahun APSN yang mengusung tema Supporting Best Practices in Safeguards Implementations in Asia Pacific Region dimulai dengan sambutan dari Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri Indonesia, Febryan Alphayanto Ruddyard. Beliau mengatakan bahwa sepuluh tahun adalah waktu yang tepat untuk berefleksi mengenai pencapaian apa saja yang telah dilakukan oleh APSN. Kemudian, dipaparkan pula tantangan ke depan, yaitu bagaimana cara untuk memelihara sistem safeguards yang mengutamakan pemanfaatan nuklir untuk tujuan damai. Dengan adanya dukungan dari IAEA, maka sudah semestinya APSN meluaskan jaringannya untuk melakukan kolaborasi, menumbuhkan saling percaya, dan menjadi responder pertama dalam isu safeguards di wilayah Asia Pasifik.

imgkonten

Kemudian, Jazi Eko Istiyanto selaku Chairman terpilih APSN, mengatakan bahwa Indonesia sangat bangga dan terhormat menjadi tuan rumah acara ini, karena jaringan APSN telah banyak memberi manfaat bagi negara anggota untuk melakukan tukar informasi, pengalaman, dukungan, akses pakar, dan menjadi kendaraan bagi tumbuh kembangnya sistem safeguards di Asia Pasifik. Indonesia pun menyatakan kesiapannya untuk fokus pada pembangunan sumber daya manusia dan memperkuat infrastruktur pengawasan untuk implementasi nuklir safeguards.

imgkonten

Selanjutnya, Massimo Aparo selaku Deputy Director General and Head of the Department of Safeguards IAEA, melalui pesan yang diwakilkan, menyampaikan bahwa dengan adanya pemanfaatan nuklir dalam kehidupan sehari-hari, maka akan meningkatkan kualitas hidup manusia dalam jangka panjang.

imgkonten

Acara yang diselenggarakan selama dua hari ini akan diisi antara lain dengan adanya pemaparan safeguards mengenai infrastruktur, pembangunan kapasitas, sistem komunikasi dan informasi. [BHKK/RA/IP]

imgkonten


Komentar (0)


Tautan Lembaga Pemerintah Non Kementrian

mbawahmenu_2018-01-26-112824.pngmbawahmenu_2018-01-26-112839.pngmbawahmenu_2018-01-26-112853.pngmbawahmenu_2018-01-26-112908.pngmbawahmenu_2018-01-26-112923.pngmbawahmenu_2019-02-25-144747.pngmbawahmenu_2018-01-26-113002.png