Layanan Publik

mkirimenu_2018-01-26-104911.gif
mkirimenu_2018-01-26-104958.png
mkirimenu_2018-01-26-105029.png

Bapeten Link

mkirimenu_2018-01-26-105102.png
mkirimenu_2018-01-26-105119.png
mkirimenu_2018-01-26-105136.png
mkirimenu_2018-01-26-105151.png
mkirimenu_2018-01-26-105207.png
mkirimenu_2018-11-15-104059.png

Peta Pemanfaatan Tenaga Nuklir

mkirimenu_2018-01-26-105624.png

Survei

mkirimenu_2018-01-26-105420.png
mkirimenu_2018-01-26-105524.jpg

Video

Rakor Pra Gladi Posko Nasional Tahun 2015
Kembali
Foto-02-300x201.jpg

(Jakarta, BAPETEN) - Dalam rangka pelaksanaan Undang-Undang No 10 tahun 1997 tentang Ketenaganukliran dan sebagai tindak lanjut telah disusunnya Perencanaan Kontinjensi Kedaruratan Nuklir Kota Tangerang dan SOP Perencanaan Kontinjensi Kedaruratan Nuklir Kota Tangerang Selatan, serta telah diresmikannya I-CoNSEP sebagai wadah koordinasi antar stakeholder di bidang Keamanan Nuklir dan Kesiapsiagaan Nuklir, maka Direktorat Keteknikan dan Kesiapsiagaan Nuklir melaksanakan Rakor Pra Gladi Posko Nasional Tahun 2015 pada 16-17 November 2015. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk menyamakan persepsi stakeholder Organisasi Tanggap Darurat Nuklir Nasional (OTDNN) dalam rangka persiapan Latihan Gladi Posko Nasional yang akan dilaksanakan pada 2 Desember 2015.

imgkontenKegiatan ini dibuka secara resmi oleh Deputi bidang Perijinan dan Inspeksi Khoirul Huda dan didampingi oleh Direktur Keteknikan dan Kesiapsiagaan Nuklir Dedik Eko Sumargo. Rakor Pra Gladi Posko Nasional ini dihadiri oleh instansi yang terlibat dalam OTDNN antara lain NUBIKA Direktorat Zeni TNI-AD, Puslabfor Mabes POLRI, Detasemen KBR Gegana POLRI, BATAN, PUSPIPTEK, Basarnas Jakarta, BMKG, BAKAMLA, Kemenhub, dan BAPETEN sebagai koordinator pada kegiatan ini.

Dalam arahannya, Deputi bidang Perijinan dan Inspeksi menyampaikan bahwa dalam pemanfaatan tenaga nuklir, prinsip yang harus menjadi perhatian utama adalah aspek keselamatan. Meskipun demikian, potensi terjadinya insiden yang mengarah kepada kecelakaan akibat pemanfaatan tenaga nuklir selalu ada dikarenakan adanya kegagalan teknologi, kesalahan operasi, faktor alam, maupun akibat sabotase.

imgkontenSetiap kecelakaan yang terjadi merupakan kewajiban pemegang izin untuk menanggulanginya. Meskipun demikian, terbuka kemungkinan pemegang izin tidak mampu melaksanakan kegiatan penanggulangan sendiri, sehingga memerlukan keterlibatan organisasi lain.

Oleh karena itu diperlukan upaya peningkatan koordinasi antar instansi sehingga kegiatan penanggulangan dapat berjalan dengan baik. Di sisi lain, kemampuan personil penanggulangan juga harus ditingkatkan. Rapat Koordinasi Pra Gladi Posko Nasional ini merupakan salah satu upaya untuk mencapai kedua hal tersebut di atas.

Rakor ini diisi dengan berbagai pemaparan dan diskusi yang diawali pemaparan Direktur Keteknikan dan Kesiapsiagaan Nuklir mengenai kebijakan Sistem Kesiapsiagaan Nuklir Nasional dan Indonesian Center of Nuclear Security and Emergency Preparedness (I-CoNSEP). Selanjutnya dipaparkan Pedoman Organisasi Tanggap Darurat Nuklir Nasional, Pedoman Penanggulangan Kedaruratan Reaktor, Perencanaan Kontinjensi Kecelakaan di Reaktor Kawasan Nuklir Serpong. Rakor diakhiri dengan kegiatan simulasi, yang mengambil skenario berdasarkan Dokumen Perencanaan Kontinjensi.

Tautan Lembaga Pemerintah Non Kementrian

mbawahmenu_2018-01-26-112824.pngmbawahmenu_2018-01-26-112839.pngmbawahmenu_2018-01-26-112853.pngmbawahmenu_2018-01-26-112908.pngmbawahmenu_2018-01-26-112923.pngmbawahmenu_2019-02-25-144747.pngmbawahmenu_2018-01-26-113002.png