Layanan Publik

mkirimenu_2018-01-26-104911.gif
mkirimenu_2018-01-26-104958.png
mkirimenu_2018-01-26-105029.png

Bapeten Link

mkirimenu_2018-01-26-105102.png
mkirimenu_2018-01-26-105119.png
mkirimenu_2018-01-26-105136.png
mkirimenu_2018-01-26-105151.png
mkirimenu_2018-01-26-105207.png
mkirimenu_2018-11-15-104059.png

Peta Pemanfaatan Tenaga Nuklir

mkirimenu_2018-01-26-105624.png

Survei

mkirimenu_2018-01-26-105420.png
mkirimenu_2018-01-26-105524.jpg

Video

The 28th ANSN (Asian Nuclear Safety Network) Steering Committee Meeting
Kembali 14 November 2018 | Berita BAPETEN

Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) menjadi tuan rumah penyelenggaraan The 28th ANSN (Asian Nuclear Safety Network) Steering Committee Meeting. Acara diadakan selama 3 hari, 14 - 17 November 2018 di Denpasar, Bali. Acara ini turut dihadiri oleh para anggota ANSN dari negara Asia, Eropa, dan Amerika.

Acara diawali dengan courtesy call dan dibuka secara resmi oleh Kepala BAPETEN Jazi Eko Istiyanto, sekaligus mengawali sambutan. Jazi mengatakan bahwa ANSN akan menjadi forum yang penting untuk meningkatkan budaya keselamatan. Saat ini tantangan yang dihadapi adalah mengenai proses pembangunan terutama dalam bidang sumber daya manusia, baik dari segi pengalaman maupun pengetahuan antargenerasi, serta baik dari sisi operator maupun dari sisi pengawasan. Untuk itulah peran ANSN sangat penting untuk meningkatkan kerja sama regional dan saling mendukung antar negara anggota ANSN. Sambutan dilanjutkan oleh Lingquan Guo selaku perwakilan dari IAEA. Ia menuturkan tugas IAEA adalah mendukung penyelenggaraan ANSN yang difokuskan pada pembangunan kapabilitas regional. Dia juga menyatakan pentingnya review dan diskusi mengenai penelitian dan pengembangan dari segi teknologi maupun sumber daya manusia diantara negara anggota ANSN. Hal itu dikarenakan pentingnya mengindahkan keahlian dari organisasi-organisasi yang dimiliki oleh masing-masing anggota ANSN ini. Disamping itu, Guo berharap dengan adanya pertemuan ini diharapkan adanya perbaikan kerja sama dengan negara-negara Arab, Eropa, dan Asia secara keseluruhan tanpa adanya overlapping kewenangan dan tanggung jawab.

Hal serupa juga dikatakan oleh Suk Ho Lee selaku ketua ANSN Steering Committee. Acara ini menitikberatkan pada misi dan visi ANSN dalam mempererat kerja sama secara global di bidang radiasi dan keselamatan transportasi. Perlunya berbagi ilmu melalui e-learning tools serta partisipasi yang aktif. Lee juga menjelaskan pentingnya membahas mengenai 9 topik pembahasan, yaitu Safety Analysis, Education and Training, Research Reactors Emergency Preparedness and Response, Radioactive Waste Management, Regulatory Infrastructure, Siting, Communication, Radiation and Transportation on Safety, IT Support. Acara dilanjutkan dengan presentasi dari masing-masing negara anggota mengenai aktivitas ANSN dan kebutuhan di masa yang akan datang dalam topical group. (bho/ra/ip)

Tautan Lembaga Pemerintah Non Kementrian

mbawahmenu_2018-01-26-112824.pngmbawahmenu_2018-01-26-112839.pngmbawahmenu_2018-01-26-112853.pngmbawahmenu_2018-01-26-112908.pngmbawahmenu_2018-01-26-112923.pngmbawahmenu_2018-01-26-112945.pngmbawahmenu_2018-01-26-113002.png