BAPETEN Berbagi Pengalaman Penanganan Insiden Cikande pada Pertemuan Internasional IAEA di Wina
Kembali 11 Juni 2026 | Berita BAPETEN | 63 lihatBAPETEN berpartisipasi dalam The 13th Meeting of the Representatives of Competent Authorities, yang diselenggarakan International Atomic Energy Agency (IAEA) di Kantor Pusat IAEA, Wina, Austria, pada 8-12 Juni 2026.
Pertemuan ini dihadiri 252 pejabat otoritas berwenang dari 114 negara anggota IAEA, serta 6 organisasi internasional. Forum ini menjadi ajang strategis untuk memperkuat koordinasi, pertukaran informasi, dan berbagi pengalaman dalam kesiapsiagaan serta penanggulangan kedaruratan nuklir.
Pada sesi panel Sharing Lessons Identified in Recent Events, Kamis (11/6), Plt. Kepala BAPETEN, Zainal Arifin, selaku National Competent Authority (NCA) Indonesia berdasarkan Konvensi Notifikasi Dini dan Konvensi Asistensi, memaparkan presentasi berjudul "Lessons Learned from the Cesium-137 Contamination Incident in Cikande, Indonesia: Emergency Preparedness, Response and Information Exchange".
Paparan tersebut mengulas pengalaman Indonesia dalam menangani insiden kontaminasi Cs-137 di Kawasan Industri Modern Cikande, Serang, Banten, mulai dari deteksi awal, pelaksanaan respons kedaruratan, koordinasi antarlembaga, komunikasi publik, hingga pertukaran informasi dengan IAEA dan para pemangku kepentingan terkait. Presentasi Indonesia menjadi salah satu contoh pembelajaran yang dibagikan kepada negara anggota IAEA untuk memperkuat kesiapsiagaan dan respons kedaruratan radiologi.
“Insiden Cikande mengajarkan kami bahwa kesiapsiagaan yang berkelanjutan dan pertukaran informasi yang cepat, akurat, serta transparan sangat menentukan efektivitas pengambilan keputusan dalam kedaruratan radiologi,” ujar Zainal Arifin dalam sesi tersebut.
Selain Indonesia, sesi yang sama juga menampilkan pengalaman dari Filipina dan Nigeria terkait penanganan insiden radiologi serta penguatan kerangka keamanan nuklir nasional mereka.
Pertemuan ke-13 ini menghasilkan sejumlah masukan dan isu strategis yang akan dikonsolidasikan IAEA, guna memperkuat kerangka kerja internasional dalam kesiapsiagaan dan penanggulangan kedaruratan nuklir.
Partisipasi aktif BAPETEN menunjukkan komitmen Indonesia untuk terus memperkuat sistem nasional sekaligus berkontribusi dalam kerja sama internasional demi keselamatan, keamanan, dan perlindungan masyarakat dari potensi dampak kedaruratan nuklir dan radiologi. [BHKK/SP]










Komentar (0)