BAPETEN Bersama NNSA Selenggarakan International Nuclear Security Workshop on Threat Assessment and Design Basis Threat Indonesia 2026
Kembali 30 Maret 2026 | Berita BAPETEN | 24 lihatBAPETEN bekerja sama dengan National Nuclear Security Administration United States Department of Energy (NNSA-US DoE) menyelenggarakan kegiatan International Nuclear Security Workshop on Threat Assessment and Design Basis Threat Indonesia 2026. Kegiatan ini dibuka secara resmi pada tanggal 30 Maret 2026 oleh Deputi Bidang Pengkajian Keselamatan Nuklir, Haendra Subekti. Penyelenggaraan kegiatan bertujuan sebagai upaya penguatan sistem keamanan nuklir nasional melalui peningkatan kapasitas dalam penilaian ancaman dan penyusunan dasar ancaman desain pada fasilitas nuklir.
Workshop ini menghadirkan narasumber dari NNSA, yaitu David A. Donnelly dan Oleg Bukharin yang memberikan materi terkait penilaian ancaman, penyusunan dasar ancaman desain, serta evaluasi sistem perlindungan fisik fasilitas nuklir.
Kegiatan ini diikuti oleh 28 peserta yang berasal dari berbagai kementerian dan lembaga yang memiliki peran strategis dalam keamanan nasional, yaitu dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir; Badan Intelijen Negara; Badan Riset dan Inovasi Nasional; Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan; Badan Nasional Penanggulangan Terorisme; Pusat Zeni Angkatan Darat Tentara Nasional Indonesia; Pusat Kesehatan Konstruksi Tentara Nasional Indonesia; serta Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.
Kegiatan workshop dilaksanakan selama empat hari, mulai tanggal 30 Maret hingga 2 April 2026, di Jakarta. Kegiatan diisi dengan pemaparan materi teknis, diskusi, serta latihan praktis yang meliputi penilaian ancaman keamanan nuklir, penyusunan dasar ancaman desain, pengembangan skenario ancaman, serta evaluasi sistem perlindungan fisik pada fasilitas nuklir.
Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan sumber daya manusia serta memperkuat koordinasi antar kementerian dan lembaga dalam mendukung penguatan sistem keamanan nuklir nasional serta meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi ancaman terhadap fasilitas nuklir di Indonesia. [BDL/Puti/BHKK/HRUF/DA]











Komentar (0)