BAPETEN Dukung Penguatan Ketahanan Kesehatan Nasional melalui Temu Bisnis Radioisotop dan Radiofarmaka yang Diselenggarakan BRIN
Kembali 05 Februari 2026 | Berita BAPETEN | 45 lihatBadan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) menghadiri Temu Bisnis Radioisotop dan Radiofarmaka yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam rangka mendukung penguatan kemandirian nasional di bidang radioisotop dan radiofarmaka serta percepatan hilirisasi hasil riset dan inovasi pada Kamis, 5 Februari 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Penguatan Kemandirian Radioisotop dan Radiofarmaka untuk Mendukung Ketahanan Kesehatan Nasional” dan dilaksanakan di Auditorium Sumitro Djojohadikusumo, Gedung B.J. Habibie Lantai 3, Jakarta Pusat.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Plt Kepala BAPETEN, Zainal Arifin, yang sekaligus menyampaikan sambutan dan paparan dalam pertemuan tersebut. Dari pihak BRIN turut hadir Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, Wakil Kepala BRIN, Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama, beserta jajarannya.
Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN, Hendrian. Dalam sambutannya, Hendrian menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi nuklir di bidang kesehatan, khususnya radioisotop dan radiofarmaka, merupakan kebutuhan strategis yang berperan penting dalam diagnosis dan terapi penyakit. Melalui kegiatan From Research to Industry dan business matching ini, BRIN mendorong percepatan pemanfaatan hasil riset agar dapat dimanfaatkan secara nyata oleh mitra industri. “Saya berharap forum ini menjadi awal kolaborasi berkelanjutan antara peneliti dan industri guna memperkuat ekosistem radiofarmaka nasional”.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dan pemaparan materi oleh Plt. Kepala BAPETEN Zainal Arifin. Zainal menyampaikan bahwa Forum Temu Bisnis Radioisotop dan Radiofarmaka merupakan momentum strategis untuk menjawab tantangan kedaulatan kesehatan nasional melalui pemanfaatan dan hilirisasi teknologi nuklir.
BAPETEN berharap kolaborasi antara riset, industri, dan para pemangku kepentingan terus diperkuat guna mewujudkan kemandirian radioisotop dan radiofarmaka nasional yang aman, terstandar, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung ketahanan kesehatan nasional melalui pemanfaatan teknologi nuklir yang bertanggung jawab.
Setelah sesi sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan naskah kerja sama sebagai bentuk komitmen penguatan kolaborasi antara lembaga riset dan mitra industri. Rangkaian acara kemudian diisi dengan press conference, talkshow, serta sesi tanya jawab dan diskusi yang melibatkan para pemangku kepentingan guna membahas peluang, tantangan, serta strategi pengembangan radioisotop dan radiofarmaka nasional. Kegiatan Temu Bisnis Radioisotop dan Radiofarmaka ini ditutup dengan sesi penutupan yang menegaskan komitmen bersama dalam mendukung ketahanan kesehatan nasional. [BHKK/CN/OR]














Komentar (0)