Inspeksi Keselamatan Nuklir di Instalasi Reaktor Triga 2000 Bandung (ITR2K) - BRIN
Kembali 06 Maret 2026 | Berita BAPETEN | 42 lihatSebagai implementasi Pasal 20 Undang-Undang No 10 tahun 1997 tentang ketenaganukliran terkait pelaksanaan inspeksi terhadap instalasi nuklir dan instalasi yang memanfaatkan radiasi pengion, Direktorat Inspeksi Instalasi dan Bahan Nuklir (DIIBN) BAPETEN menyelenggarakan inspeksi keselamatan nuklir ke Instalasi Reaktor Triga 2000 Bandung (ITR2K) - Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bandung, Senin-Jumat (2-6 Maret 2026).
Inspeksi ditujukan untuk memastikan bahwa pengoperasian fasilitas IRT2K tidak akan menimbulkan dampak negatif terhadap keselamatan pekerja, masyarakat, dan lingkungan hidup, di samping untuk memastikan ditaatinya syarat-syarat dalam perizinan dan peraturan perundang-undangan di bidang keselamatan nuklir, termasuk Batasan dan Kondisi Operasi (BKO) yang telah ditetapkan.
Sebagai upaya efektifitas penggunaan anggaran, maka inspeksi keselamatan nuklir kali ini dilaksanakan secara hybrid, di mana kegiatan entry dan exit meeting dilaksanakan secara daring, dikombinasikan dengan verifikasi atau pemeriksaan secara langsung di lapangan. Ketua tim inspeksi, Rizal Palapa dalam sambutan entry meeting menyampaikan rencana pelaksanaan inspeksi dan juga area yang menjadi fokus pelaksanaan inspeksi kali ini, yaitu aspek operasi, perawatan, proteksi radiasi, dan kesiapsiagaan nuklir. Rizal juga menyampaikan temuan inspeksi dan beberapa hasil observasi yang diperoleh tim inspektur sebelumnya. Rizal menyampaikan, “Dalam inspeksi ini selain ditujukan untuk melakukan pemeriksaan terhadap keempat aspek tersebut, inspeksi juga dilakukan untuk memeriksa tindak lanjut temuan inspeksi sebelumnya.”
Kegiatan verifikasi lapangan diawali dengan proses pemeriksaan dokumen, di mana tim inspektur melakukan pengecekan terhadap dokumen yang telah diunggah oleh fasilitas sebelumnya, dan juga dokumen lain yang terdapat di fasilitas. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan di lapangan untuk melihat kondisi di fasilitas, termasuk melakukan pengujian terhadap beberapa sistem yang ada.
Inspeksi keselamatan nuklir diakhiri dengan pelaksanaan exit meeting secara daring, yang dimaksudkan untuk membahas dan mengkonfirmasi seluruh temuan inspeksi dan observasi, termasuk komitmen fasilitas untuk menindaklanjuti seluruh temuan tersebut. Dalam inspeksi kali ini ditemukan sebanyak 17 (tujuh belas) temuan untuk seluruh aspek inspeksi, dan beberapa hasil observasi untuk menjadi perhatian pihak fasilitas maupun manajemen BRIN. Ketua Tim Inspeksi, Rizal Palapa menyampaikan apresiasi terhadap tim IRT2K yang telah memberikan dukungan sehingga inspeksi bisa berjalan sesuai rencana. Ketua Tim juga menyampaikan bahwa hasil inspeksi akan disampaikan juga ke Direktorat Perizinan untuk dapat dipergunakan sebagai bahan pengambilan keputusan berkaitan dengan proses perizinan IRT2K.
Dalam exit meeting, disampaikan pula rencana BRIN terkait pengoperasian fasilitas ITR2K. Direktur Direktorat Pengelolaan Fasilitas Ketenaganukliran (DPFK) - (BRIN), Mohammad Subekti menyampaikan rencana pemanfaatan reaktor di masa mendatang, di mana DPFK telah menyampaikan usulan untuk kembali mengoperasikan reaktor TRIGA 2000 dengan melakukan pembatasan daya, sesuai dengan surat BAPETEN. Di samping rencana pemanfaatan reaktor, Subekti juga menyatakan bahwa dengan adanya integrasi BATAN ke BRIN, jumlah tamu internal BRIN semakin meningkat, sehingga aspek keamanan juga perlu menjadi perhatian, di samping untuk menjamin keselamatan tamu yang berkunjung dikaitkan dengan keberadaan bahaya radiasi di lingkungan sekitar IRT2K. Untuk itu DPFK tengah mempertimbangkan untuk membuat perimeter pembatasan akses yang baru, dengan menambahkan pagar pembatas di sekitar gedung. [BHKK/AQ]





















Komentar (0)