Tingkatkan Kompetensi Inspektur, BAPETEN Gelar FGD Inspeksi Keselamatan Nuklir 2026
Kembali 20 Agustus 2026 | Berita BAPETEN | 22 lihatBAPETEN melalui Direktorat Inspeksi Instalasi dan Bahan Nuklir (DIIBN), menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Inspeksi Keselamatan Nuklir 2026 di Gedung BAPETEN, Jakarta, pada 19–20 Agustus 2026
FGD yang mengusung metode pembelajaran interaktif ini diikuti oleh 32 peserta yang terbagi ke dalam empat kelompok
Dalam pembukaannya, Direktur DIIBN, Lukman Hakim, menekankan pentingnya pemanfaatan aplikasi Balis dalam setiap tahapan pengawasan. Menurutnya, Balis merupakan bagian tak terpisahkan dari kegiatan inspeksi karena seluruh data pengawasan harus tersimpan dan terkelola dengan baik. "Dengan adanya Balis, seluruh rekam jejak (history) dari inspeksi dapat dilacak. Inspektur harus mampu melihat dan mempelajari histori instalasi yang diperoleh dari pangkalan data Balis. Kunci dari inspeksi adalah data keeping," jelas Lukman. Ia berharap FGD ini dapat meningkatkan kompetensi inspektur dalam penyusunan dokumen inspeksi melalui aplikasi Balis SMILE (BAPETEN Licensing and Inspection System Online 2.0 – Sistem Manajemen Inspeksi dan Laporan Elektronik), melatih kemampuan analisis temuan, serta memperkuat kolaborasi antarinspektur dari berbagai unit kerja.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi "Penggunaan Balis SMILE untuk Inspeksi" oleh Pengelola Kegiatan Kelompok Fungsi Inspeksi Instalasi Nuklir, Rizal Palapa, yang memaparkan teknis pembuatan Formulir Isian Hasil Inspeksi (FIHI), penulisan memo, serta penyusunan Lembar Hasil Inspeksi (LHI) melalui Balis SMILE, termasuk analisis temuan dan pelaksanaan observasi teknis
Pada hari kedua, FGD diisi dengan permainan investigasi (investigation game) yang dirancang untuk melatih kemampuan analisis, kerja sama tim, dan pengambilan keputusan dalam situasi investigasi
Menutup rangkaian kegiatan, Lukman Hakim menyampaikan agar kegiatan FGD ini tidak berhenti hanya sebagai bahan diskusi, tetapi menjadi momentum untuk menguatkan cara berpikir para inspektur, mengingat fasilitas dan teknologi yang semakin kompleks dan beragam, sehingga tantangan pengawasan/inspeksi semakin meningkat. "Setiap keputusan inspektur harus memiliki bukti dukung. Kualitas keputusan inspektur sangat ditentukan oleh kualitas bukti yang dikumpulkan dan kualitas penilaian yang dilakukan. No decision without evidence", tegas Lukman. Diharapkan hasil dari kegiatan ini dapat menjadi dasar untuk melakukan continuous improvement terhadap sistem dan praktik inspeksi BAPETEN. [BHKK/GP/YL]
















Komentar (0)