Verifikasi Izin Operasi Kedokteran Nuklir di RS Mayapada Jakarta Selatan dan Izin Radioterapi di RS UPT Vertikal Makassar
Kembali 27 Februari 2026 | Berita BAPETEN | 29 lihatBAPETEN melalui Direktorat Perizinan dan Zat Radioaktif (DPFRZR) melakukan kegiatan Verifikasi secara parallel untuk Fasilitas Kedokteran Nuklir di RS Mayapada Jakarta Selatan Provinsi DKI Jakarta dan Fasilitas Radioterapi di RS UPT Vertikal Makassar Propinsi Sulawesi Selatan pada tanggal 23 – 27 Februari 2026. Kegiatan Verifikasi Fasilitas Kedokteran Nuklir dan Fasilitas Radioterapi bertujuan untuk memastikan bahwa ketersediaan Bunker untuk Radioterapi dan Kedokteran Nuklir dinyatakan aman bagi keselamatan pekerja, pasien, masyarakat dan lingkungan. Tim Verifikasi memastikan bahwa desain yang terbangun telah sesuai standar keselamatan melalui perhitungan desain bangunan penahan radiasi dan peralatan utama, peralatan pendukung, kompetensi sumber daya manusia, serta prosedur operasi untuk kegiatan operasional radioterapi menggunakan Linear Accelerator (LINAC), serta Kedokteran Nuklir menggunakan SPECT CT, PET CT dan Kedokteran Nuklir Terapi telah memenuhi persyaratan keselamatan radiasi dan keamanan sumber.
Tim Inspeksi di RS Mayapada Jakarta Selatan diketuai oleh Pengelola Kegiatan Kelompok Fungsi Perizinan Fasilitas Kesehatan BAPETEN, Herry Irawan beserta anggota tim melakukan verifikasi untuk Fasilitas Kedokteran Nuklir Diagnostik In Vivo menggunakan modalitas Pesawat SPECT CT merk Siemens tipe Symbia Pro.specta Q3 dengan sumber radionuklida I-131, Tc-99m dan PET CT merk Siemens tipe Biograph Trinion (CT64) untuk sumber radionuklida F-18 dan Ga-68, serta Fasilitas Kedokteran Nuklir Terapi dengan sumber radionuklida I-131, Sm-153, Lu-177 dan P-32 Sedangkan untuk Tim Inpeksi di RS UPT Vertikal Makassar dengan ketua tim oleh Pengawas Radiasi Madya Kelompok Fungsi Perizinan Fasilitas Kesehatan BAPETEN, Ahmad Maulana beserta anggota tim melakukan verifikasi untuk Fasilitas Radioterapi dengan modalitas yaitu Pesawat LINAC merk Elekta tipe Versa HD dan pesawat Brakiterapi merk BEBIG Saginova HDR dengan sumber radioaktif Co-60.
Lingkup pemeriksaan secara onsite meliputi pemeriksaan dokumen dan teknis kesesuaian desain fasilitas terbangun dan kecukupan tebal penahan radiasi pada bunker radioterapi, sedangkan di Fasilitas Kedokteran Nuklir untuk Diagnostik In Vivo pada Ruang Persiapan, Pencacahan dan Penyimpanan Radionuklida/Radiofarmaka dilengkapi Kamar Asam (Fume Hood) sesuai standar, Ruang Pemberian Radiofarmaka kepada pasien, Ruang Pencitraan Pasien, Ruang Pasien setelah pemberian Radiofarmaka, Ruang dekontaminasi, Ruang penyimpanan sementara limbah radioaktif dan pemprosesan sebelum pelimbahan, Ruang tunggu pasien setelah pemberian radiofarmaka, dan toilet khusus pasien setelah pemberian radiofarmaka dan Ruang Rawat Inap Isolasi pasien Kedokteran Nuklir Terapi. Selanjutnya memastikan unjuk kerja peralatan utama dan peralatan pendukung, melakukan pengukuran paparan radiasi dan pengujian dosimetri, memastikan alur pasien dan kemampuan personel dalam mengoperasikan pesawat LINAC, Brakiterapi, SPECT CT dan PET CT sesuai standar, pemeriksaan peralatan proteksi dan keamanan sumber radioaktif serta unjuk kerja sistem keamanan sumber radioaktif.
Dari hasil verifikasi izin operasi radioterapi pihak Rumah Sakit berkomitmen untuk melengkapi temuan-temuan yang disampaikan oleh tim BAPETEN dalam batas waktu tertentu. Kelancaran kegiatan verifikasi didukung oleh pihak Rumah Sakit yang mengikuti dan menyambut baik jalannya kegiatan hingga akhir, adanya kekurangan dianggap sebagai masukan dan saran teknis terhadap pemenuhan keselamatan radiasi sesuai Peraturan Perundangan dan Standar Keselamatan yang berlaku.
Harapannya dengan terbitnya izin operasi fasilitas radioterapi, maka semakin melengkapi layanan kesehatan di RS UPT Vertikal Makassar serta menjadi pusat keunggulan (center of excellence) penyakit katastropik, khususnya kanker, untuk wilayah Indonesia Timur sehingga mempermudah akses pengobatan kanker berkualitas tanpa harus ke luar negeri, mempercepat pelayanan, serta mengurangi beban antrean pasien
Layanan kedokteran nuklir di RS Mayapada Hospital Jakarta Selatan (Lebak Bulus) diharapkan menghadirkan diagnostik presisi tinggi melalui teknologi PET/CT dan SPECT CT generasi terbaru. Fokus utamanya adalah memperkuat onkologi terpadu, kardiologi, dan neurologi serta menjadi pusat rujukan kanker yang komprehensif. (DPFRZR/Dwiangest/BHKK/RA)






















Komentar (0)