Banner BAPETEN
BAPETEN Dorong Transformasi Pengawasan Berkelanjutan dalam Pertemuan Tahunan Inspektur Keselamatan Nuklir TA 2026
Kembali     26 Februari 2026 | Berita BAPETEN | 35 lihat

BAPETEN menyelenggarakan Pertemuan Tahunan Inspektur Keselamatan Nuklir Tahun Anggaran (TA) 2026 pada 25–26 Februari 2026 di Jakarta. Pertemuan ini mengangkat tema Transformasi Sistem Pengawasan Ketenaganukliran yang Berkelanjutan dan Bersinergi untuk Mendukung Indonesia Emas.

Kegiatan diawali dengan laporan penyelenggaraan kegiatan dari Direktur Inspeksi Instalasi dan Bahan Nuklir (DIIBN) Lukman Hakim. Dalam laporannya, ia menyampaikan latar belakang pemilihan tema, jumlah peserta, serta apresiasi kepada seluruh pihak yang hadir dan berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan ini.

Menurutnya, transformasi tidak dapat dilakukan secara sesaat, melainkan harus dilaksanakan secara berkelanjutan melalui penguatan sumber daya manusia dan sistem digital. “Sinergi antar unit kerja dan pemangku kepentingan menjadi kunci agar pengawasan mampu menjadi fondasi keamanan dan keselamatan nasional,” ujarnya.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BAPETEN, Zainal Arifin, dalam sambutannya sekaligus membuka acara, menyampaikan harapannya agar BAPETEN dapat berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Ia menegaskan bahwa sebagai badan pengawas, BAPETEN harus memiliki sistem pengawasan yang kuat, meningkatkan kepercayaan publik, serta menciptakan iklim pemanfaatan tenaga nuklir yang aman dan bertanggung jawab.

“Saya menekankan kepada seluruh inspektur untuk selalu memprioritaskan aspek keselamatan, keamanan, dan safeguards dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Terus tingkatkan kompetensi, integritas, kolaborasi, dan sinergi,” tegasnya.

Pada hari kedua, kegiatan dilaksanakan dalam bentuk diskusi paralel yang membahas evaluasi, tantangan dan strategi inspeksi pada bidang Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif (FRZR) dan bidang Instalasi dan Bahan Nuklir (IBN). Pada kesempatan tersebut juga disampaikan Evaluasi Penilaian Kinerja dan Perilaku Inspektur IBN.

Beberapa materi dalam diskusi tersebut antara lain Mekanisme Pelaksanaan Peraturan BAPETEN Nomor 5 Tahun 2025 yang disampaikan oleh Pengawas Radiasi Ahli Madya, Nanang Triagung Edi Hermawan, Kebijakan Perizinan FRZR Bidang Kesehatan, Industri, dan Pekerja Proteksi Radiasi (PPR) oleh Pengawas Radiasi Ahli Muda, Grace Esterina, lesson learned pengawasan pembongkaran instalasi nuklir di Yogyakarta dan Bandung oleh Direktur Perizinan Instalasi dan Bahan Nuklir (DPIBN) Wiryono dan penyampaian pelaksanaan pemantauan rona awal calon tapak PLTN oleh Pengawas Radiasi Ahli Madya Helef Raflis.

Dalam kegiatan ini juga diisi dengan penyampaian hasil medical check-up Inspektur BAPETEN Tahun 2025 oleh Patricia Gunawan dari Prodia.

Deputi Bidang Pengkajian Keselamatan Nuklir Haendra Subekti pada saat menutup acara mengatakan bahwa peningkatan kapasitas individu inspektur sangat penting dalam menjalankan tugas pengawasan BAPETEN. Menurutnya, setiap inspektur harus bisa beradaptasi dengan cepat, apalagi pada teknologi yang terus berkembang pesat.

Pertemuan ini diharapkan menjadi forum penguatan kapasitas, penyelarasan kebijakan, serta peningkatan sinergi antar inspektur dalam mendukung transformasi sistem pengawasan ketenaganukliran yang berkelanjutan dan adaptif terhadap tantangan ke depan. [BHKK/Da/CD]


Komentar (0)


BAPETEN Link

mkananmenu_2024-02-26-145126.png
mkananmenu_2021-04-19-125003.png
mkananmenu_2021-04-19-125235.png
mkananmenu_2021-08-25-114254.png
mkananmenu_2024-03-25-135103.png
mkananmenu_2024-05-15-171035.jpeg

Feedback

GPR Kominfo

Memuat berita GPR Kominfo...

Video

International Links