BAPETEN Perkuat Sinergi dengan Asosiasi dan Organisasi Masyarakat Penggiat Nuklir
Kembali 13 Juli 2026 | Berita BAPETEN | 33 lihatBAPETEN melalui Direktorat Perizinan Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktof (DPFRZR) menyelenggarakan Forum Komunikasi bersama Asosiasi, Lembaga, dan Himpunan Masyarakat Penggiat Nuklir di Auditorium Gedung B BAPETEN, Jakarta, Senin (13/7). Kegiatan ini bertujuan mempererat sinergi, menyamakan persepsi, serta memperkuat koordinasi antara BAPETEN dengan organisasi profesi dan komunitas ketenaganukliran dalam mendukung pemanfaatan tenaga nuklir yang aman, selamat, dan bermanfaat di Indonesia.
Forum dibuka oleh Plt. Kepala BAPETEN sekaligus Deputi Bidang Perizinan dan Inspeksi, didampingi oleh Deputi Bidang Pengkajian Keselamatan Nuklir, dan dihadiri oleh perwakilan berbagai asosiasi dan organisasi masyarakat penggiat nuklir, di antaranya Perkumpulan APRI (Ahli Proteksi Radiasi Indonesia), APRONUKI (Asosiasi Perkumpulan Profesi Nuklir Indonesia), HIMNI (Himpunan Masyarakat Nuklir Indonesia), MEBNI (Masyarakat Energi Baru Nuklir Indonesia), WIN (Women In Nuclear), MUTRI (Masyarakat Uji Tak Rusak Indonesia), MasPALA - Indonesia (Masyrakat Pemerhati Perubahan Iklim dan Cemaran Lingkungan - Indonesia), serta perwakilan BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) dan Badan Keahlian Teknik Nuklir - Persatuan Insinyur Indonesia (BKTN - PII).
Dalam diskusi, BAPETEN menyampaikan sejumlah isu strategis terkait bidang Ketenaganukliran, antara lain pembelajaran dari penanganan insiden kontaminasi di Cikande, perkembangan program Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), pengembangan sumber daya manusia melalui penyusunan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), Harmonisasi Regulasi, Harmonisasi Penyelenggaraan pelatihan, serta penguatan komunikasi publik di bidang ketenaganukliran. Seluruh peserta juga sepakat dan menekankan pentingnya komunikasi, kolaborasi dan penyampaian informasi yang berbasis fakta untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemanfaatan tenaga nuklir.
Melalui forum ini, BAPETEN berharap terbangun komunikasi yang semakin erat dengan seluruh pemangku kepentingan sehingga dapat mendukung penguatan ekosistem ketenaganukliran nasional, peningkatan keselamatan, serta pengembangan teknologi nuklir di Indonesia.(BHKK/CD)














Komentar (0)